Minggu, 13 September 2009

Si Momo Sayang


Si Momo, ini dia nama motor kesayanganku, yang kubeli pakai uang sendiri (kredit), masih 2 tahunan lagi, baru 3 kali bayar. Kenapa aku kasih nama Momo? Nggak tau dech, asyik en lucu ajha kedengerannya.

Sejarahnya, setelah saran agar aku membeli motor, benar-benar membuat aku tersihir. Gaji yang aku tabung rencana untuk liburan tempat bokap di Depok aku bongkar dan langsung ambil kredit motor. Urus SKD (ktp gue ilang) ke kantor RT trus ke Kantor Lurah setempat. Proses cukup sebentar hanya berselang satu hari Si Momo sudah bisa bawa pulang.


Kelak, ketika bidadari itu telah hadir, ingin sekali aku bawa dia bersama Momo, entah itu acara romantis (lari pagi) atau mengantar dia mengikuti dan mengisi pengajian. Aku ingin membangun sebuah Istana Cinta, dimana Cinta Allah tidak berkurang di dalamnya. Aamiin (pertemukan kami dalam jalan-Mu ya Rabb).


Ini bukan norak, aku seperti kena tagih oleh tulisan2ku sendiri. MENIKAH!!! Bokap sudah pernah ngasih calon orang sana. Tapi Ummi di Jambi nggak redho.. hehe… iya juga sich aku waktu itu rada lain orientasinya. Aku pengen dapet Istri yang AKTIVIS jangan kayak aku yang PASIVIS (apaan coba??). setidaknya kami ingin menjadi keluarga yang produktif (gmn mau punya mujahid ya, tidurnya di lantai)… loohh… loohh… ngomongin motor apa nikah ini??


Fiuuhh,,, ngomongin motor yang dipakek buat ngajak sang bidadari jalan2 setelah menikah. Aamiin… ya Allah kirim dia cepat ya :P

Sabtu, 12 September 2009

Kisah Nyata: Interaksi Ikhwan Akhwat

Ini adalah sebuah kisah nyata, dan sebetulnya ana ingin menyampaikan sejak dulu...karena kadang kita terjebak dalam hal yang ragu2 dalam kehidupan ini...termasuk hubungan ikhwan dan akhwat.....
Nanti akan terlihat seseorang yang mengenal harakah islamiyah....seseorang yang mengenal tarbiyah....sangat beda dengan cerita yang ana sampaikan ini......
Ini adalah kisah nyata...insyaallah ana mendengarkan sendiri surat dari ikhwan tersebut yang dibacakan oleh ustad....
Karena ikhwan tersebut minta konsultasi ke ustad....

Ada seorang ikhwan yang menyukai akhwat...beliau memendamnya sangat lama...dan beliau hanya diam dan sebetulnya beliau ingin mengungkapkannya pada saat akhwat itu siap untuk dinikahi...akhirnya ikhwan itu menunggu....menunggu dan menunggu.....
Rasa seneng kepada akhwat itu semakin menggebu saat si-akhwat itu semakin dekat dengan beliau.....
Ikhwan itu belum mau mengatakannya....belum mau..walaupun ikhwan dengan akhwat itu sangatlah akrab seperti layaknya "saudara semuhrim" atau "suami istri"...sering saling
sms,sering jalan bareng,sering ngobrol bareng,sering ngasih tausyiah,sering ber-email secara pribadi...dan lain2 yang nggak layak ana sebutkan disini......

Waktu terus berjalan hingga.......
Tiba2 ada kabar yang mengejutkan ke ikhwan tersebut bahwa akhwat yg dekat dengan beliau baru saja menikah....
Ikhwan itu tidak terima apa yang baru beliau dengar....beliau nggak terima... Sangat sakit hati beliau....sangat sakit.....

Ikhwan itu berusaha melupakan seorang akhwat yg beliau sukai....yang sekarang milik orang lain....
Tapi sangat sulit sekali....rasa suka yang beliau pendam selama ini...akhirnya sia2....tapi beliau tetap memendam dan tetap selalu meingatnya...
Setelah selang beberapa tahun ikhwan dan akhwat itu tidak saling berhubungan lagi... Ikhwan itupun bisa sedikit-sedikit melupakan...tapi rasa sakit itu masih berbekas dihati...

Akhirnya suatu ketika khwan dan akhwat itu akhirnya ketemu lagi karena satu tempat bekerja...
Sejak saat itu timbulah ingin komunikasi lagi,akhirnya ikhwan dan akhwat itu saling komunikasi lagi...
Walaupun tidak langsung, hanya menggunakan email,sms,dll......

Karena nggak tahan si-akhwat menceritakan tentang keluarganya,kehidupan bersama suaminya yang kurang harmonis ke si-ikhwan...karena sudah menganggap ikhwan itu seperti "saudara semuhrim" atau "suami istri"

Apa...apaan...ini......maksudnya apa......
Naudzubillahi min dzalik

Begitu juga si-ikhwan karena nggak tahan beliau ungkapin perasaannya ke akhwat bahwa sebetulnya beliau menyukai akhwat itu sejak dulu masih lajang

Ini juga....apa-apaan......
Naudzubillahi min dzalik

Apa yang terjadi setelah hal itu...hancurlah sebuah rumah tangga..............

Naudzubillahi min dzalik

Komunikasi boleh aja tapi jangan sampai terlalu melampaui batas...

Apa kata ustad setelah menerima surat itu...
"Jangan lakukan lagi berbuatan perbuatan ini...hentikan semua ini...jangan hancurkan keluarga ini....
Anda yang telah menghancurkan keluarga ini....jangan melakukan hubungan dengan akhwat itu lagi"
Ustad itu berteriak sangat keras kepada ikhwan itu....
allahu a'lam

Ada seorang ikhwah yg sering bilang ke ana...............
Bahwa hal2 seperti itu bukan 100% kesalahan ikhwannya dan bukan juga 100% kesalahan akhwatnya....

Dari kalimat diatas maka kita semua harus intropeksi diri dan jangan suka mencari2 kesalahan orang lain...
Mungkin kita yang salah...maka kita harus perbaiki bersama kesalahan yang kita lakukan dengan cara yang baik...

Marilah kita saling menasehati dengan cara yang terbaik...jikalau ikhwan yang melampaui batas kepada akhwat.. akhwatnya harus tegas...itu demi kebaikan juga...begitu juga sebaliknya...sesama ikhwan dan sesama akhwat juga harus ada yang saling mengingatkan...ingat tegas bukan berarti harus marah2...tidak ada cerita di quran dan hadits yang mengatakan menasehati harus dengan marah2........
Karena kita tahu tidak ada manusia yang sempurna.....

===========
Ya Allah terimakasih Kau selamatkan aku
Permudahkan aku menyatakan cinta ini dengan cara yang syar'i...

Jumat, 11 September 2009

Jangan “Rusak” Akhwat donk!

Dalam dunia dakwah, terkadang komunikasi ikhwan dan akhwat tidak bisa terhindarkan, apalagi bila mereka mendapat posisi dalam kepanitian yang memang harus banyak menyita waktu dan tenaga, terutama seksi acara dan perlengkapan. Bagi-bagi amanah sudah pasti terjadi. Bagaimana mereka berkoordinasi? Yah, selain syuro’ dengan hijab yang setinggi langit maka ada syuro’ dibalik hijab, apa itu? SMS = Syuro’ Melalui SMS (halah maksa gue).

Bukannya ingin bersu’udzhon, tapi ini real kenyataan terjadi pada ikhwan dan akhwat berawal dari SMS koordinasi kinerja, akhirnya berbuntut pada SMS koordinasi kinerja hati (halah, emang kok!) dibumbui tausyiah dan hadits2 menyentuh. Percaya tidak percaya aku nggak suka ada ikhwan suka ngirimin tausyiah ke akhwat (tapi terkadang ada akhwat yang minta,,, hihi,, kenapa nggak mintak lamar aja ya?), apapun tujuannya. Kenapa tausyiah atau hadits yang kita kirim hanya kepada lawan jenis? Apakah sudah habis ikhwan di muka bumi ini? Padahal ada begitu banyak ikhwan-ikhwan yang sebenernya membutuhkan tausyiah kita – termasuk yang nulis –.

Apa yang hendak engkau lakukan wahai ikhwan, ketika akhwat yang beruntun engkau kirimkan tausyiah itu menjadi “terganngu” hatinya (baca: jatuh cinta)? Engkau lari, engkau balik belakang dengan dalih menanti restu dari MR. Sementara akhwat selalu berada di dua persimpangan. Menanti cinta Ikhwan yang genit dengan menebar tausyiah (SMS) dan jodoh dari MR yang entah kapan tibanya. Emang jodoh ditangan MR??? Bilapun engkau telah jatuh cinta padanya sampaikan pada orang tuanya, jangan jadi ikhwan banci!!! Loh kok jadi marah aku ini (Aku sebel, aku kasian sama si Akhwat en Suaminya kelak)?? Inilah cerita itu berawal...

Aku Abdul Malik, ketika itu sedang bersama seorang ikhwan, terhitung dia seniorku di tarbiyah ini, karena dia sudah sarjana – usia sama – . Suatu sore kami bersilturahmi ke rumah salah satu ikhwan yang telah menikah. Lama kami berbicara – mereka satu suku – satu sama lain. Walau terkadang aku tidak nyambung apa yang mereka bicarakan. Pada saat itu keluarlah seorang akhwat dengan anggunnya membawa minuman untuk kami. Aku sedikit tertegun, Subhanallah indah sekali ciptaan Allah ini. Secepat kemudian aku beristighfar.

Menikmati teh hangat buatannya ditemani oleh beberapa roti batal isi coklat, makin serulah mereka berbicara pengalaman mereka di kampus semasa kuliah. Setelah beberapa lama kamipun pulang, dengan dibonceng motornya aku ikut kemanapun sang ikhwan ini akan membawaku.

“Akh, antum liat ndak akhwat yang ngasih air minum kita tadi?” ujarnya
“Dak terlalu dalam nian lah, gek ado syetan dak sadar!” jawabku sekenanya
“Antum tau ndak, akhwat tu dulu suko samo ana, ana SMS dikit pasti dibalasnyo.” Ujarnya yang membuat aku sedikit terbengong. Ni orang dah lama ngaji kok ngaco’ gini ngomongnya.

“Astaghfirullah, sudahlah akh, mereka tuh sudah nikah, dak patutlah antum bicarakan ini pada ana.” Ujarku sedikit agak menekan, karena lagi-lagi aku harus dikecewakan oleh orang-orang (senior) yang katanya lama di tarbiyah ini.


Entahlah, aku tidak bisa menghakimi saudaraku diatas, tapi yang jelas aku sedih, karena aku memposisikan diriku sebagai suami sang akhwat. Bila melihat realita yang ada terkadang akhwat tanpa canggung ketika ber-SMS ria dengan ikhwan ber-haha—hehe—hihi. Sehingga ikhwan yang berpenyakit menangkap lain, dan mulailah saat itu sang akhwat dijadikan “mainan” hati oleh sang ikhwan.

Adanya Asap karena adanya api, pepatah ini tidak bisa dielakkan, akhwat mungkin bisa menyalahkan ikhwan yang memulai, tapi bila akhwat bisa menjaga iffah¬-nya tentu saja mereka (akhwat) akan selamat. Romantisme ikhwan dan akhwat lebih dahsyat dari cowok dan cewek pada umumnya, karena ikhwan tidak bicara pacaran tetapi pernikahan (sang akhwat jadi korban, digantung-gantung! Hati2 ukh!!!). Sang ikhwan tanpa rasa bersalah selalu menyinggung pernikahan ketika akhwat sudah mulai melayani permainan ini. Aku yakin mereka sadar, tetapi bila angin cinta mulai berhembus akal sehatpun akan hilang (pengalaman aku pernah jatuh cinta, Allah Save me). Ikhwan kasihanilah akhwat, cukup sudah mereka terkekang oleh MR mereka (menanti mendapat suami sempurna), jangan engkau kekang mereka dengan ketidak pastian, jangan engkau tinggalkan ia di dua persimpangan yang menyulitkan. Kasihanilah saudari kita, biarkan mereka menjaga iffah mereka.

Aku bukan orang suci, tetapi aku ingin melihat orang-orang yang disekelilingku menjadi makhluk yang selalu menjaga kesuciannya agar aku ikut ter-sibghoh oleh perilaku mereka. Aku bersyukur selama ini dimata saudari2ku aku cenderung “kasar” pada akhwat. Biarlah karena penilaian manusia bukanlah tujuan akhirku, aku punya cara agar kasus-kasus diatas tidak menimpaku.

Akhwat, jangan ikutan genit, kasihan suamimu kelak, bisa-bisa ternyata engkau ikut dalam permainan srigala berbulu domba. Balaslah SMS tausyiah ikhwan dengan kalimat “Kenapa harus kepada ana, ada banyak ikhwan yang membutuhkan tausyiah ini” aku yakin ikhwan ini langusng keringat dingin. Ikhwan jangan jadi banci!! Jangan mengkambinghitamkan sistem jama’ah untuk mempermainkan akhwat. Perilakumu bisa menyakiti Pangeran dia yang sebenarnya. Bila antum suka, datang dan ungkapkan depan ortunya!!! Jangan Rusak mereka!!!

Ana uhibbukum fillah wa lillah

Semoga Allah menjaga kita semua,, Aamiin

Renungan: Apakah Istri atau Suami kita kelak tidak akan cemburu jika kita melakukan hal itu? Apakah Allah tidak akan cemburu melihat hal itu? Apa yang kita cintai apakah itu terjadi karena Allah sampai hal-hal diatas terjadi? Kalau hal diatas terjadi adalah ikhwan itu hanya ingin memiliki bukan mencintai. Mencintai adalah kita menghargai dia dengan cinta kita. Allah sudah mentakdirkan, Rasulullah SAW sudah memerintahkan, tidak ada yang hina bila cinta kita ungkapkan dengan cara yang syar’i.

Duhai bidadariku, izinkan cintaku mendarat dihatimu. Allah ridhoi cinta itu ketika dia mulai mengetukan hatiku. Aamiin

Kamis, 20 Agustus 2009

PPL sudah, Kukerta? Nanti!

Semua dah Kukerta, saudara sekelas maupun saudara-saudaraku di LDK (Rohis kampus). semua pasti pada heran kenapa aku nggak ikut Kukerta, karena jauh-jauh hari banyak temen2 yang men-take aku supaya se-posko... hiiaahh... rata2 nggak aku bales, karena bingung mau bales apa.

Ketika PPL aku lebih memilih di Jambi, ketika yang lain pada ke Jogja,,, fyuuhh klo liat2 hasil photo2 mereka, ada sich sedikit "ngiler",,, iihh tapi buat apaan ngiler,,, di Jambi juga asyik kok. Native speaker dicariin, nggak kayak yang di Jogja ngejer2 native speaker. akhirnya dengan rendah hati sang native speaker bersedia diajak jalan-jalan ke Taman Wisata Kampung Radja (Promosi Gratis lagi!)...


His Name is Crish "Jhon" Walsh, He is from Australia, and the most important is.... Evidently, he is a mu'alaf (Istrinya org kita) ...

Thx mister for the time U_U

gila euyy,,, gue dapet keteknya doank,,,

Rihlah (Part II) BSI Angkatan 2006

Akhirnya masa tugasku sebagai Kosma (Koordinator Study Mahasiswa) BSI angkata 2006 selesai. Guyss,,, maafin aku bila sudah banyak salah sama kalian, sungguh nggak ada kata selain kata maaf yang keluar dari hati ini. Aku bangga sudah menjadi bagian dari kalian. Aku bukanlah ketua yang terbaik, tapi aku selalu berusaha bekerja dan menjadi pelayan bagi kalian sebaik mungkin. I Love You guyss...


BSI angkatan 2006 akan melaksanakan Kukerta (Kuliah Kerja Nyata), jadi intensitas kami sekelas pastinya akan berkurang. Aku pasti merindukan suasana itu, ribut, kles, dan tendensius satu sama lain yang selalu terjadi – manusiawi – adalah sebuah hiasan dalam sebuah interaksi/hubungan. Tidak ada orang yang mengaku makhluk sosial tidak pernah mendapat masalah didalam interaksi, seperti berbuat salah atau mungkin merasa disakiti. Tapi ingat, perpisahan ini akan membuat kita saling merindui. Semoga kebersamaan selama ini akan menjadi modal awal kita untuk reuni bersama di jannah-Nya... Aamiin...


Menyikapi banyaknya budget uang kas kelas, karena “kediktatoran” Kosma dalam disiplin membayar uang kas, dan manajemen hebat dari ukhtina Rustiyaningsih. walau saban semester, tiap mata kuliah ada saja dosen meminta kami memoto kopi materi pelajaran.


Akhirnya budget yang membengkak itu kami manfaatin bersama untuk sama-sama Rihlah – wisata – ke taman wisata Kampung Radja (promosi gratis nich!) berdasarkan hasil rapat kelas. Inilah kebersamaan itu;


Kosma kelas, yang manyun sendirian tanpa teman, dengan gaya yang khas - Kusut, Hancur, Asem, Semrawut (maksa,, hehe) - mo gimana lagi emang nggak bisa gaya... nggak gaya ajha masih kena fitnah suka tabarruj, padahalkan cuma narsis :P (ga nyambung), temen2 pada ngeliat2 main apa ya, buat ngabisin duit sendiri... hoiii nabung hooii

Vivi en Maftuha, beradu kamera nich cing? kosmanya kemana ini?


Ukh Indah en Ukh Rustiya, siap2 mau narsis,,, denger2 narsis itu sebagian dari iman ya (*Shock*), alesannya mengakui kemanisan or kecakepan kita adalah bentuk dari syukur,,, Hhaags*,,,, berarti nggak salah klo aku ngaku manis mirip Shah Rukh Khan!! ada yang nggak seneng??

Suhaiba (berdiri dipondok), menanti giliran naik sepeda air sambil ngasih makan ikan,,,, kira-kira kemana nich Kosmanya??
Iklan, makhluk Allah yang paling aku sukai, klo lagi stress mending ngadep akuarium, lau lihatlah mereka berkejar-kejaran, hidup yang selalu Happy, seakan tak pernah ada masalah. padahal makhluk Allah mana sich yang tidak pernah terlepas dari masalah. jadilah seperti ikan - apaan sich? - walau ada masalah orang tetap melihat kita selalu ceria,,, tausyiah pak?

Beberapa teman sekelas, yang lain masih main di Wahana yang lain, so nggak dapet moment photo2 bersama diatas aer,,, :(

Ini dia sang Leader,, yang harus siap2 bertanggung jawab diakhirat atas orang2 yang telah dipimpinnya,,, guyss,,, nggak ada kebahagian yang aku rasakan saat itu selain melihat kita tertawa bersama, serta melihat kalian semua tersenyum bahagia..

Kosma rada sok cool, emang cool sich klo "kediktatorannya" muncul,,, hihihi,,, walau sebagian ada yang bilang diktator, tak sedikit yang mengatakan I am humourist,,, hehe

Maftuha : Lik, Game-nya kurang menantang nich,,,, masak sedeket itu sich U_U
Malik : Hayyahh, ngomong be,,, test be dulu,,, aku dah merinding dewek nich O_o

Hohohoho,,,, yang mpunya blog mulai aksa,,, walau jatungnya degub-degub nggak jelas,,, (jangan percaya)

Huaaaahh,,, tinggi kali,,, apo yo rasonyo kalo abangku - bang ian - main ini? kira2 berani tidak? coz doski kan phobi ketinggian,,, hihi ( bang ian siapa Kos?)

KONSENTRASI,,, goyangannya kenceng amat, sempet jatuh, bisa kurus aku...

Akhirnya sampai pada puncak acara, MAKAN-MAKAAANNN,,, oke guyss dapet semua kan??? sekarang look at me,,, I'll memorize you,,, cheeerrssss ... Kosma Laperrrr,,,, Nyaaammmm......
Setelah habis bermain semua wahan, kita semua pulang, dengan meninggalkan jutaan kenangan. siap-siap menghadapi Kukerta ya kawan-kawan, sukses buat kalian semua,,, mohon do'anya semoga niat suci ku tercapai... huhuiii,,, aku paling takut pada hatiku!

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA, dan SELAMAT mengikuti KUKERTA, Semoga kesuksesan menyertai kita semua en yang pastinya di ridhoi Allah dunk... Aamiin
No Copyright@

Hak Cipta Dilindungi Allah SWT, Bila Ada Salah Kata Mohon Dimaafkan. Lagi Belajar sich ^_^
Diterima Cacian, Makian, Saran dan Kritik
Email: abu.aifah1@gmail.com
CP/Whatsapp :
0821-7816-9560

KPR Non Ribawi Jambi

 

.:: Inspirasi Bang Malik ::. Published @ 2014 by Bang Malik

Blogger Templates