Tampilkan postingan dengan label Aspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2018

2 Tipe Objek Dakwah

Seorang Da'i harus memahami bahwa objek dakwah itu ada 2 tipe
1. Mereka yang pola pikirnya (pendidikannya) sudah menengah ke atas.
Biasanya mereka adalah kaum perkotaan, dan biasanya mereka mencari dan mendatangi kajian.
2. Mereka yang pola pikir (pendidikannya) menengah ke bawah.
Biasanya mereka ada orang2 pinggiran kota dan penduduk desa. Mereka biasanya ikut apa kata tradisi. Dan mereka bagian dari umat, para Da'i harus berani mendatangi, jangan hanya berdakwah di Zona Nyaman.
Menghadapi umat golongan kedua ini tentunya tidaklah sama, di sinilah perlunya fiqh dakwah.
Polemik muncul biasanya ulah umat yang baru belajar fiqh ibadah, itu pun satu referensi. Sehingga kebanyakan tidak bijak di tengah masyarakat, dan malah menjadi common enemy bagi warga.
Para Da'i yang biasanya didatangi umat, harus massive menyampaikan materi perkara adab dan akhlaq. Allahul Musta'an...
Akhukum fillah...
Barakallahu fiik...

Sabtu, 21 Januari 2017

Problematika Dakwah "Penyakit Dakwah"

Dakwah adalah sikap yang melekat dalam diri setiap muslim, karena fitrah manusia tentunya ingin membawa manusia kepada kebaikan dan mencegahnya dari perbuatan mungkar. Ini berarti dakwah juga merupakan bagian dari jalan hidup manusia, bukan hidup namanya bila tidak ada problematika. Inilah problematikan dakwah yang coba Bang Malik paparkan, tentunya pesan ini khususnya buat BM juga;

1. Penyakit dakwah dalam Ma’nawiyah

- Muncul sifat dakwah yang reaktif, bersikap tanpa menyentuh subtansi, marah-marah nggak jelas, bahkan cenderung ada makian di dalamnya. AKSI menimbulkan REAKSI
- Muncul sifat yang bersifat figuritas atau istilahnya “kalau bukan Ustadz A, saya tidak mau percaya”, atau “Ahh Ustadznya bukan dari kelompok kami.”, dan banyak lagi.
- Muncul sifat yang mengatakan diri/kelompoknyalah yang terbaik (Ana Khayru Minhu), padahal sifat tersebut sudah jelas sifat setan.
- Muncul sikap yang suka meremehkan orang/kelompok lain.


2. Penyakit Dakwah dalam Amaliyah

- Dakwah yang bersifat sektoral, atau istilahnya hanya berkutat pada urusan Ukhrowiyah saja, atau muamalah saja, atau siyasah saja... ini bahaya bagi cita-cita bangkitnya umat Islam dan bersatunya umat Islam.
- Dakwah yang bersifat taqlidiyyah, atau tidak mau mendengar kebenaran/ilmu dari ulama di luar kelompoknya.
- Dakwah yang bersifat tambal sulam (moddy-an), hari ini semangat, besok enggak lagi, atau istilahnya “yang penting aku sudah dakwah”


Apakah solusi dari penyakit dakwah di atas? Umat musti bersatu, Toleransilah dalam perkara Khilafiyah Ijtihadiyah dan bersatulah dalam Aqidah (Ushulliyyah). Wallahul Musta’an

~Bang Malik~

Sabtu, 16 Juli 2016

Download RPP Tahsin dan Tahfizh SMP-SMA-SMK


Cahaya Allah berupa AL Quran kini sudah memasuki setiap sanubari hamba-Nya di penghujung akhir zaman ini. maka berbahagialah kita yang telah menerima cahaya Al Quran dalam kehidupan kita. Allah memilih setiap hamba-Nya berdasarkan usaha hamba itu sendiri dalam menggapai hidayah.

Singkat cerita, banyak sekolah berlatar belakang Islam tertentu yang sebelumnya tidak pernah memasukkan pelajaran Tahsin dan Tahfizh Al Quran sebagai pelajaran tersendiri, kita memulai memasukkan mata pelajaran tersebut ke dalam bentuk mata pelajaran bidang study Tahsin dan Tahfizh dengan guru tersendiri yang memiliki kapasitas hafalan dan tahsin yang semestinya


Berikut saya berikan download file untuk RPP Tahsin dan Tahfizh dari kelas 1-3 SMP, SMA dan SMK.. Silakan sedot, dan bagikan ke temen-temen rekan guru kita. Semoga Menjadi Amal Jariyyah antum semua… Silakan Edit seperlunya, sesuai dengan target Surat atau Juz yang dihafal di sekolah kawan-kawan. Download dari kelas 1 (VII) atau kelas 3 (IX) biar lebih menyambung...










Sedikit Penampakan Pola RPP

Jumat, 03 April 2015

Isu Wahabi Senjata Syiah Memecah Belah Aswaja


Bismillah

Ada beberapa sahabat yang bertanya kepada saya mengenai Wahabi. Maka biasanya saya lebih memilih untuk bicara langsung via telpon atau berjumpa langsung dengan yang bertanya. Agar semakin jelas dan tidak menimbulkan perdebatan-perdebatan baru, dan di dunia maya sering sekali hal tersebut terjadi.

Dalam Islam kita memiliki 4 imam mazhab, Hambali, Hanafi, Maliki (Kitabnya Muwatho') dan Syafi'i. yang terakhir adalah mazhab yang masyhur diikuti oleh sebagian umat Islam asia tenggara, Malaysia, Brunei, SIngapore, Indonesia, dll. Dan tahukah kita, satupun dari mereka tidak ada yang konfrontasi sama sekali apalagi bertikai, justru mereka saling melengkapi, terutama Imam Syafi'i yang belajar pada ketiganya.

Lalu Bang Malik, ketika kami sudah mengikuti imam syafi'i, apakah harus menafikan  3 imam mazhab yang lain? itu kembali kepada KEDEWASAAN IMAN ANDA. Berikut adalah pesan terakhir para imam mazhab rahimahullah;

Imam Syafi'i Rahimahullah berkata:
"Dalam setiap isu, apabila seseorang ahli hadis itu menjumpai sebuah riwayat yang sahih daripada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan riwayat itu pula bertentangan dengan ajaran aku maka aku menarik kembali ajaran aku yang asal tadi sama ada pada ketika aku masih hidup atau apabila aku sudah meninggal dunia nanti." (dalam I'lam Al Muwaqi' Jilid 2. Hal 363)

Imam Hambali Rahimahullah berkata:
"Tidak ada perkataan sesiapapun melainkan boleh diterima perkataannya atau ditolak kecuali perkataan Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam. Sementara apa yang dikatakan oleh Maliki dan Abu Hanifah adalah apa yang juga aku katakan apabila rujukan kami sama-sama dari Nabi shallallahu 'alayhi wasallam." (Jami' Al bayan al ilm, jilid 2 . hal. 149)

Imam Hanafi (Abu Hanifah) Rahimahullah berkata:
"Apabila sesuatu hadis itu sahih manakala ianya bertentangan pula dengan mazhab, perkara yang mesti dilakukan ialah beramal berdasarkan hadis tersebut. Demikian itu adalah Mazhab Abu Hanifah dan para pengikut mazhab tidaklah terkeluar dari kedudukannya sebagai pengikut Hanafi dengan mengamalkan hadis tersebut.

Ada juga suatu riwayat yang sahih daripada al-Imam Abu Hanifah menyebutkan bahawa beliau telah berkata “Apabila Hadis itu sahih, itulah mazhab aku.” Riwayat ini diceritakan daripada Ibn ‘Abd al-Barr daripada al-Imam Abu Hanifah dan juga daripada imam-imam lainnya." (The Prophet's Prayer Describe, ms viii)

Imam Maliki Rahimahullah berkata:
"Aku hanya manusia biasa yang mana pendapat aku mungkin benar dan mungkin salah. Maka telitilah pendapat yang aku kemukakan. Semua pendapat yang selaras dengan al-Qur’an dan al-Sunnah maka ambillah ia manakala yang tidak selaras dengan al-Qur’an dan al-Sunnah, tinggalkanlah." (Riwayat Ibn ‘Abd al-Barr di dalam Jami’ Bayan al-Ilm, Jilid 2 ms. 32).

Coba simak dan fahami masing-masing pesan terakhir Imam Mazhab Rahimahullah tersebut. Namun, sayang pertikaian justru datang dari kalangan pengikut mereka, seakan derajat keempat imam mazhab mendekati derajat kenabian, sehingga kudu mutlak pada satu mazhab.

Kembali ke Laptop, "Maulid Nabi" saya pribadi sendiri tidak menganggap ini sebuah perkara sesat saya melihat perayaan ini hanya dari sisi azaz manfaat untuk umat, yaitu kesadaran untuk kembali kepada khittah kita hidup di dunia ini, yaitu menjadi seorang Khalifah yang senantiasa mengikuti cara hidup Rasulullah SAW, untuk terus mengenangnya, dan momen Maulid adalah saat yang tepat, agar manusia tidak disibukkan oleh perkara dunia.

Itu sebab kenapa Sholahuddin AL Ayyubi sampai membuat sayembara pembuatan syair-syair cinta untuk Rasulullah, karena saat itu umat Islam sudah jauh dari nilai ajaran Rasul. Sudah disibukkan oleh peraka dunia. Umat islam seakan terlihat tidak siap ketika sudah menjadi penguasa.

Ketika dua pertiga dunia kita tundukkan, tiba-tiba satu persatu lepas dari tangan kita, karena virus cinta dunia (Al Wahn) sudah menjalar di hati umat Islam, sehingga Spanyol dan wilayahnya lepas dari tangan kita, kekhalifahan utsmani (yang terakhir) runtuh juga seketika. masing-masing akhirnya sibuk menyelamatkan dirinya.

Salahkah peringatan Maulid Nabi SAW? Tidak SALAH... Dia menjadi Salah manakala di dalamnya terdapat kemubadziran, hanya seremonial belaka tanpa ruh yang nyata menghiasi hati untuk terus berjuang nyata membela agama Allah. Adakah sahabat BM yang ingin menyebut SHolahuddin AL Ayyubi sebagai AHLUL BID'AH?

Berdewasalah dalam beragama, teruslah belajar dan membaca, maka akan lahirnya kebijaksanaan di sana, dalam bersikap dan berpendapat, Nahnu Du'at wa laysal hakim, kita ini penyeru agama Allah, bukan Hakim.

Bagaimana dengan Wahabi Bang Malik?

Wahabi? Hewan Jenis apa itu?
JT? Hewan Jenis apa itu?
Tarbiyah? Hewan Jenis apa itu?
Salafi? Jenis Hewan Apa itu?

"Ahmad, di mana pun Ahmad menemukan kenyamanan dalam berjama'ah (kelompok), maka jangan pernah di hatimu muncul sentimen berlebihan terhadap jama'ah lain. Apapun Mazhab yang Ahmad Pegang, maka jangan cibir mazhab yang lain dan pengikutnya, Ahmad adalah umat Muhammad, bukan umatnya Hambali, bukan umatnya Hanafi, bukan umatnya Maliki dan Syafi'i, belajar terus Nak, Abah sudah tua."

Itu adalah nasehat super abahku, seorang da'i sejati dalam hidupku, penerang hatiku, perpustakaan dan kitab berjalanku. Semoga Allah merahmatimu abahku sayang.

Kenapa di atas disebut "Jenis Hewan Apa Itu". Maksud abahku yang saat itu kutanya langsung adalah, nama-nama itu muncul justru diciptakan untuk mengkotak-kotakkan umat Islam di dunia. Sebagaimana penjajah kafir di Indonesia yang mengkotakkan muslim dengan gelar Haji (laki) dan Hajjah (perempuan), buat apa? Sebagai tanda agar mudah mengontrol kita.

Muhammad bin Abdul Wahab yang belakangan disebut pencetus Wahabi adalah seorang ulama yang bermazhab Hambali, lalu mutlakkah dia bermazhab Hambali? tidak Sahabatku, dalam perkara ilmu Waris Muhammad bin Abdul Wahab menggunakan rumusnya Imam Syafi'i.
Lalu ada fitnah bahwa Muhammad mengharamkan Sholawat ke atas Nabi SAW dan mengharamkan Ziarah Kubur, kemudian beliau dengan mazhab hambalinya disebut tidak mau mengakui kebenaran Ahlul Bayt. Maka semua itu dijawab santai oleh Muhammad bin Abdul Wahab:

“Maka semua tuduhan yang diada-adakan dalam hal ini sungguh kami tidak mengerti apa yang harus kami katakan sebagai jawaban, kecuali yang dapat kami katakan hanya "Subhanallah, Maha suci Engkau ya Allah" ini adalah kebohongan yang besar. Oleh karena itu, maka barangsiapa menuduh kami dengan hal-hal yang tersebut di atas tadi, mereka telah melakukan kebohongan yang amat besar terhadap kami. Barangsiapa mengaku dan menyaksikan bahwa apa yang dituduhkan tadi adalah perbuatan kami, maka ketahuilah: bahwa kesemuanya itu adalah suatu penghinaan terhadap kami yang dicipta oleh musuh-musuh agama ataupun teman-teman syaithan dari menjauhkan manusia untuk mengikuti ajaran sebersih-bersih tauhid kepada Allah dan keikhlasan beribadah kepadaNya.

Kami beri’tiqad bahwa seseorang yang mengerjakan dosa besar, seperti melakukan pembunuhan terhadap seseorang Muslim tanpa alasan yang wajar, begitu juga seperti berzina, riba’ dan minum arak, meskipun berulang-ulang, maka orang itu hukumnya tidaklah keluar dari Islam (murtad), dan tidak kekal dalam neraka, apabila ia tetap bertauhid kepada Allah dalam semua ibadahnya." (Shiyanah al-Insan, m.s 475)

Lalu sahabat, darimana datangnya istilah Wahabi tersebut? Ya, sama dengan Ahmadiyah yang dilahirkan untuk melemahkan perjuangan umat Islam di India, itu semua datang dari kaum kafir penjajah yaitu Imperialis Inggris serta kaum-kaum munafik yang tak ingin kehilangan jabatan, serta pasukan Hasan bin Hibatullah Al Makrami dari Najran yang berakidah Syi'ah Bathiniyyah. Maka sebagai tanda, disebutlah para sahabat Muhammad bin Abdul Wahab dengan gelar Wahabiyah atau Wahabi. Hingga sekarang, Muslim ambigu mengikuti pola pikir kaum imperialis untuk terus memecah belah kita. Lalu BM Bagaimana Menyikapi itu semua? Belajarlah, baca itu Al Qur’an, baca itu sejarah yang shahih. ............................ Bersambung ......................... (Bang Malik)



-----
Note:
Status ini tidak menerima debat, apapun keyakinanmu peganglah, dan ini keyakinanku, aku ingin menjadi umatnya Muhammad SAW. Demi Menjaga Hati pembaca yang lain, komen yang kasar akan segera dihapus. Terima Kasih.

Bang Malik.... Jambi, 15 Januari 2014

Sabtu, 21 April 2012

Talk Show "Menulis Kreatif" dan Lauching Buku "Pangeran Dengan Dua Bekas Sujud"




Bismillah....

Mau Meningkatkan Kemampuan Menulismu? Jurnalistik, Puisi, Esai, Opini, Cerpen. Buruan daftar dalam Acara Talk Show "Menulis Kreatif" dan Lauching Buku "Pangeran Dengan Dua Bekas Sujud (PD2BS)" Karya Penulis Nasional Asal Jambi dan Pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) Jambi. Syarifah Lestari. Berikut Media Cetak dan Elektronik Lokal dan Nasional yang memuat karya-karya beliau.

Media Nasional:
- Kompas
- Sabili
- Annida
- Aneka Yess
- Dakwatuna
- Islamedia
- Sriwijaya Post
- Sumatera Ekspress
- dll

Media Lokal:
- Jambi Independent
- Jambi Ekspress
- Pos Metro
- Angsoduo.net
- dll

Sebagian Prestasi yang diraih:
- Juara 1 Lomba Esai Kepemudaan oleh IKAPI
- Juara 1 Kategori Umum Loba Esai Islamedia
- Dan Masuk sebagai pemenang dalam beberapa kompetisi cerpen Nasional.
- Terpilih Sebagai 4 Wanita Penulis Aktif Milik Jambi. (Source: Jambi Independent)

Daftarkan Diri Anda Segera, hanya dengan Rp. 35.000,-
Fasilitas:
- Ilmu
- Buku PD2BS
- Sertifikat
- Snack

Acara, InsyaAllah 29 April 2012
Lokasi, Aula BAPPEDA Provinsi Jambi

Informasi Pendaftara:
Abdul Malik: 0823-7119-0640
Ulfa Fahrudin: 0819-9434-5095

Berikut Kutipan Liputan Media Lokal Jambi Mengenai Penulis (Syarifah Lestari), pada 30 November 2009.

Lain lagi Syarifah Lestari. Gadis yang baru mengakhiri masa lajangnya pada 28 November 2009 itu cukup dikenal di kalangan penulis Jambi. Keberadaannya yang membawa Forum Lingkar Pena (FLP) ke Jambi, membawa angin segar bagi penulis-penulis muda berbakat di kota ini.

Meski baru serius menulis cerpen sejak 2004, nama Syarifah Lestari sudah sering menghiasi rubrik budaya di koran-koran lokal. Cerpen maupun puisinya mampu menunjukkan betapa ide yang dimilikinya tak terbatas.

Selain dimuat media lokal, karya-karya istri Ahmad Abdul Malik itu pernah pula diterbitkan di media nasional. Malah Helvi Tiana Rosa, pendiri FLP, mengenal dekat sosok wanita kelahiran Jambi, 28 Januari 1984, itu. “Semalam saya baru nikah, pestanya minggu depan,” ungkap Syarifah dengan nada riang saat dihubungi kemarin.
Keempat penulis wanita milik Jambi, Iriani R Tandy, Meiliana K Tansri, Ratna Dewi, dan Syarifah Lestari, hanya sedikit contoh betapa Jambi masih memiliki pejuang budaya di bidang seni tulis. Penulis-penulis wanita lain sudah tentu banyak dan masih aktif berjuang di wilayah masing-masing hingga saat ini.(*)

Senin, 15 Maret 2010

“Permainan” OKNUM Ikhwan dan Akhwat

“Permainan” OKNUM Ikhwan dan Akhwat

Essay ini adalah bentuk Shock Therapy terhadap manusia-manusia yang mengaku sebagai kader dakwah. Mereka yang masih berada di dunia kampus (Aktivis Kampus), dan di dunia di mana usia pernikahan sudah mendekat (Pasca Kampus).

Di sebuah negeri antah berantah, Allah menghendaki sebuah kampus di kota tersebut mencapai kefutuhan. BEM di kuasai, memiliki kader yang banyak dan tak ketinggalan legalisasi kampus terhadap organisasi ini telah didapat. Sehingga berbagai kegiatan begitu mudah mereka laksanakan tanpa aral melintang.

Teringat sebuah Taujih dari seorang Ustadzah (lupa namanya), dikatakan bahwasanya sebuah kampus ketika dalam perjalanan dakwah tidak mengalami cobaan yang melintang. Semua begitu mudah. Namun bukan berarti dakwah mereka baik-baik saja. Justru sebaliknya, dakwah seperti inilah yang bermasalah. Kenapa bermasalah, karena Fitrah atau Sunnatullah-nya sebuah pergerakan dakwah adalah besar dan beruntunnya cobaan yang menghalang mereka. Jadi banggalah bagi kita ketika dalam perjalanan dakwah ini, kita banyak menemukan aral melintang, namun ketika kita mampu melaluinya, maka akan Allah SWT naikkan derajat orang-orang yang di dalamnya. Tidak jarang, mereka yang merasa kampusnya tenang-tenang saja, menjadi ujub, sombong, dan syum’ah. Wallahu a’lam

Kampus ini sudah mengalami kefutuhan sangat lama. Kader mereka begitu banyak di setiap fakultas lebih 20 orang menjadi anggota inti. Kuantitas maju, tidak dibarengi dengan kualitas yang pas sesuai dengan manhaj yang mereka pegang.

Permainan Hati Aktivis Kampus

Dialog yang disampaikan salah satu MR-ku dulu.

“Ass.. Ukh, moga sehat ya, bisa datang syuro’ hari ini, semoga kesibukan anti tidak menghalangi anti untuk terus istiqomah berada di jalan dakwah ini. Sebagai sodara ana senantiasa mendo’akan saudara ana.” SMS dari seorang ikhwan.

“Wass, iya akh, jazakallah atas do’anya. Tapi ana agak sedikit sakit gigi nich, sudah minum obat padahal.” Balas si Akhwat.

“Hayyoo,, jarang sikat gini kali anti... heheh kidding” Balas si Ikhwan.

“He,, enak aja, antum kali yang jarang.. piss.” Balasnya kemudian..

Dan panjanglah malam itu SMS mereka. Saling menunggu jawaban satu sama lain. Kesan pertama tergoda syetan, selanjut terserah syetan.!!! Akhirnya mereka berdua benar-benar kesyetanan. Karena “permainan” itupun terjadi

Contoh kasus adalah kampus di negeri antah berantah itu, entah bagaimana komunikasi mereka. Dengan jantan seorang ketua di salah satu fakultas (Ikhwan) menembak Akhwat untuk diajak menjadi bagian dari hidupnya, namun bukan untuk menikah, tapi HUBUNGAN TANPA STATUS karena PACARAN bagi mereka adalah HARAM. Begitulah pintarnya syaithan menganggu anak cucu Adam. Kalau seperti itu apa bedanya?

Kasus ini kasus klasik yang tak bisa terbantahkan, seorang Akhwat dengan pasrahnya “disetubuhi” oleh Ikhwan sehingga mengalami “kehamilan” dalam tanda kutip saya maksud adalah Inbox penuh dengan satu nama. Si Fulan.

Beranikah sang Ikhwan bertanggung jawab? Sangat sedikit yang berani, karena kasus persidangan masalah “permainan” ini, makhluk berlabel ikhwan ini selalu akan menyalahkan si Akhwat sebagai Starting Case. Dan jatuhlah harga diri akhwat tersebut semurah harga SMS yang dia berikan kepada si Ikhwan Rp. 88/SMS, nahasnya bila si Akhwat menggunakan fasilitas SMS GRATIS. Na’udzubillah, lebih murah dari pelacur yang bila short time mendapat Rp. 150.000,-. Duuuhh Syaithon, jangan sampai kau ganggu anak dan cucu kami kelak.

Pada suatu masa, penulis pernah mengirimkan sebuah SMS kepada seorang ustadz, karena kasus ini kembali terulang, Ikhwan memulai kalimat-kalimat canda ke dalam ponsel akhwat.

“Assalamu’alaykum, Ustadz, ana Fulan ingin bertanya, adakah toleransi terhadap ikhwan yang suka mecandai seorang akhwat melalui SMS, ana tidak mampu menegur, karena nantinya ana akan dinilai berlebihan (saklek), padahal kasus seperti ini bisa saja menjadi penghambat dakwah itu sendiri, jzk?” (Sent Item, 18.57)

“Waslm. Jangan memulai untuk melakukan kemaksiatan walau melalui SMS, sebab walaupun kecil akan menjadi dosa besar, karena bisa terjadi zina hati, serta ada kemubaziran, dikarenakan tidak pada tempatnya. Dalam agama tentu tidak dibolehkan, kalaupun dibolehkan sesuai kebutuhan (urgensinya) saja yang mendesak. Coba dibicarakan kembali di bidang kaderisasi agar ada kebijakan yang bisa dilakukan, wallahu a’lam”. (Ust. ***** *****.Lc, 19.10 WIB)

Beliau adalah sosok ustadz yang sangat tegas dalam kasus seperti ini. Dia pula yang menyampaikan bahaya SMS Tausyiah Ikhwan. Dengan nama lain Coklat bermerek Tausyiah (Salim.A.Fillah). Hati siapa yang tak terganggu? Sudah habiskah Ikhwan di muka bumi ini. Seorang Al Akh, yang saat ini berada di Malaysia mengatakan, Sesungguhnya Syaithon itu sangat pintar membantu manusia mencari alasan untuk pembenaran terhadap kemaksiatan hati yang dia lakukan. Kamu yang membaca ini salah satunya mungkin? Hayyoo.. pasti sedang mencari pembenaran, kan? Hati-hati, karena kelak Syaithon akan berlepas diri darimu, karena pada dasarnya ia sangat takut kepada Allah SWT.

Permainan Hati Aktivis Pasca Kampus

Seorang dosen mengatakan, bahwasanya The Real World adalah dunia pasca kampus. Di mana Konsentrasi mereka (Eks-Mahasiswa) akan terpecah, antara mencari ma’isyah (nafkah-kerja) dan menjaga keistiqomahan di jalan dakwah.

Rata-rata seorang lelaki lepas dari kampus paling muda usia 23an. Kemudian tiga sampai lima tahun pasca kampus, mereka akan dipusingkan bagaimana mendapatkan jodoh, dengan sistem yang serba “ribet”, menggunakan proposal dan tetekbengek lainnya.

Jujur penulis akui, sistem ini sangat baik dan sangat bagus. Tapi apakah relevan ditengah gejolak informasi yang begitu deras mengalir, sehingga ikut mengatur pola aliran energi ke otak, sehingga melahirkan pikiran-pikiran yang menganggu keistiqomahan seseorang. Berbagai keinginan muncul di kepala masing-masing manusia.

Karena sistem yang “ribet” inilah kemudian para da’i muda ini berubah menjadi “buaya” darat atau penulis punya istilah baru NELAYAN CINTA (menjelang Proposal turun, banyak ikhwan menjadi gatel menggoda akhwat). Mereka punya jaring bermerek Tausyiah dengan jalinan Taujih sebagai perangkapnya. Ketika ada yang tertangkap, maka sang Nelayan akan memeliharanya, dan kembali lagi “permainan” itu dimulai. Sang akhwat di prospek oleh sang ikhwan, sehingga HAL YANG TAK PERLU DIANGGAP PERLU. Tanpa melihat adakah Urgensi dari sapaan atau teguran yang dia berikan kepada si Akhwat? Akhwat yang sudah terkena jaringnya akan terus dijaga, dan makin terlena dengan perhatian makhluk melabeli diri sebagai seorang Da’i.

Di bawah ini ada tiga cerita dari sumber yang berbeda, namun masalahnya sama. Permainan hati aktivis pasca kampus;

Pertama, Seorang teman pernah curhat, ketika sehari setelah ijab qobul, istrinya memperlihatkan sebuah SMS dari seorang ikhwan yang sama-sama mereka kenal, ternyata menyimpan rasa dan akan melamar beberapa bulan ke depan. Sungguh, aku tidak tahu siapa orangnya, namun karena sang pengecut ini adalah senior kami berdua, tentu aku sangat marah. Jadi selama ini, apa tujuan beliau berada bersama-sama kami.

Kedua, suatu malam lebaran, seorang teman bersama temannya silaturahim ke rumah seorang ikhwan yang sudah berkeluarga. Setelah beberapa lama, munculah seorang muslimah dari balik tirai pintu pembatas ruang tamu dan ruang belakang dengan membawa makanan yang penuh barokah secukupnya. Panjang lebar kita berbincang-bincang. Dan tiba saatnya pulang. Ditengah perjalanan, di atas motor Sang ikhwan nyeletuk “Akh, antum liat akhwat tadi?” tanyanya. “Sekilaslah, kenapa akh?” tanya teman satu lagi. “Akhwat itu dulu pernah suka sama ana”. Jdeerrrr.....

Lagi dan lagi, ketika persidangan sebuah kasus, seorang ikhwan akan dengan mudah menyalahkan akhwat sebagai tokoh yang memulai. Dan yang satu ini, lagi-lagi seorang ikhwan mengeluarkan statement, yang entah apa yang akan terjadi, bila suami si Akhwat mendengar ini semua. Temanku hanya bisa beristighfar.

Ketiga, seorang istri berbincang-bincang dengan suami yang baru menikahinya beberapa hari. Dia mengatakan bahwa dia memiliki beberapa ikhwan nyebelin (black list), kemudian dia menunjukkan sebuah lagu dari seorang ikhwan sebelum mereka menikah. Sang suami mendengarkan dengan baik. Alangkah kagetnya beliau seorang ikhwan mengirimkan lagu bertemakan cinta kepada sang akhwat. Sang suami bertanya, kok bisa? Baca saja email balasan dari Ina.

Ketika dibuka email itu, memang benar-benar aneh. Apa yang melandasi pengiriman lagu bertema cinta ini. Jadi ingat zaman dulu, ketika mengirim surat, kalimat terakhirnya “KALAU TIDAK SUKA DENGAN KEDATANGAN SURAT INI SILAKAN DISOBEK SAJA” tapi karena sekarang ini teknologi sudah maju, jadi penggalan akhir surat berbunyi “KALAU TIDAK SUKA DENGAN KIRIMAN INI DI-DELETE SAJA” via e-mail githu lho!

Ingin mencoba membahas ini di hadapan ustadz. Tapi sudahlah maklumin, karena umur-umur waktunya menikah namun belum juga bisa menikah, akibatnya menjadikan seseorang RAWAN GANJEN hingga cenderung MENIKMATI KEGENITANNYA, dan hilang akal sehatnya. Alasan khilaf dan mengaku bukan malaikat, tetapi di depan para ustadznya dan lainnya berlagak polos, hanif dan sholeh.

Istriku menjuluki oknum-oknum dalam kasus-kasus di atas adalah. Wajah ustadz Otak Daki. Don’t judge the book by its cover!! Hati-hati ikhwan, kena Black List akhwat and kemudian disebar ke akhwat lain. (Istriku en temen2nya punya Black List ikhwan)... Alhamdulillah, penulis gak kena ^_^

Demikianlah, tulisan yang bertujuan sebagai Shock Therapy untuk mereka-mereka yang berani bermain hati dan menikmati kegenitan-kegenitan diri. Tanpa disadari, justru ulah kita inilah dakwah menjadi terhambat, sehingga Allah SWT marah dan menunda kemenangan besar kita.

Mari bersama kita perbaiki diri, jadilah kita pionir untuk mengentaskan Qodhoyatul Ummah, jangan sampai justru kita yang menjadi penambah masalah ummat. Kita bersuara perbaikan akhlak, tapi akhlak kita masih akhlak orang munafik. Sholeh ketika bersama komunitas, namun di belakang komunitas kita berbuat kerusakan (fasad). Wallahu a’lam

Ana, Antum, Mereka, Kalian, Kita semua pasti bisa berubah!!! Aamiin


Telanaipura, 00.35 WIB (13-3-2010)


NB : Tulisan ini muncul, karena Ide-nya disetujui oleh 2 orang akhwat Friend List-ku di Plurk. Ukhty Mutiah n Ukhty Nia , topiknya ada DISINI

Sabtu, 19 Desember 2009

Menggapai Cinta

Mecintai lawan jenis adalah sebuah sunnatullah serta karunia dari Allah SWT yang menandakan bahwa kita “normal” dan memiliki sifat khusus manusia. Karena hanya manusia berperilaku binatanglah yang bilamana dia cenderung menyukai sesama jenis (baca:Homoseksual). Tiada ungkapan lain selain rasa syukur terhadap Sang Pemilik cinta.


Rasa cinta adalah sebuah karunia terindah dari Allah SWT kepada setiap hamba-Nya. Karena dengan cinta hidup akan terasa indah, tenteram dan damai. Cinta seyogyanya kita letakkan dan kita sikapi dengan penuh kemuliaan lagi kesucian, karena sama kita ketahui dari mana ia berasal.


Banyak umat manusia mengatakan ia seorang pecinta, namun perilakunya jauh dari sifat cinta itu sendiri. Cintanya membawa ia pada perilaku celaka lagi hina. Padahal cinta itu seyogyanya adalah sesuatu hal yang menyelamatkan lagi menenteramkan sang pecinta.


Di dalam agama yang suci ini, perasaan cinta adalah perasaan yang dibenarkan oleh Allah SWT, ada tiga kategori cinta yang harus kita bina di dalam kehidupan sebagai umat manusia. Pertama, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Kedua, cinta kepada manusia, dan yang ketiga cinta kepada harta duniawi (baca:menjaga).


Cinta yang hakiki adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, sedangkan cinta kepada manusia dan harta adalah bentuk cobaan dari Allah SWT untuk menentukan kadar keimanan kita terhadap-Nya, apakah cinta kita melebihi cinta kita kepada-Nya. Sungguh cinta kepada selain Allah SWT adalah berlaku hanya untuk sementara, pun kepada suami atau istri kita, sebab ia bergantung pada keadaan atau moment.


Namun bukan berarti kita tidak boleh mencinta yang lain –manusia–, hal tersebut dibenarkan, tetapi haruslah ia dibina atas dasar cinta karena Allah. Oleh sebab Allah yang menciptakan insan yang kita cintai itu. Oleh karena itu kecintaan kita kepada manusia sepatutnyalah menjadi wadah untuk mendapatkan keredhoan Allah SWT.


Pertanyaannya, bagaimana kita mengaplikasikan cinta kita kepada manusia? Pertama, kita harus senantiasa mendahului kehendak Allah SWT sebelum kita penuhi kehendak orang yang kita cintai. Kedua, cinta kepada manusia haruslah berlandaskan kepada syari’at dan ajaran Islam, jangan sama kita celaka dibuatnya sehingga kita terperosok pada hubungan haram berlabel pacaran, bahkan terjerumus dalam perzinahan.


Maka dari itu landaskan cinta karena Allah iringi ia dengan perilaku akhlahkul karimah sesuai dengan kepribadian islam itu sendiri. Kemudian evaluasi selalu cinta kita, luruskan terus niatnya, jangan sampai ia berubah dari niat suci berubah menjadi memperturuti hawa nafsu belaka.

Petaka “Cinta”


Tidak bisa dipungkiri cinta juga terkadang membawa petaka kepada sang pecinta, dikarenakan ulah mereka salah meletakkan makna cinta. Bermula dari pandangan mata dari sekadar rasa simpati, terbawa hingga ke alam bawah sadar dan munculah rasa cinta. Wajar hal yang sangat wajar. Tetapi ia menjadi kurang ajar manakala ia kita aplikasikan dengan menikmati kegenita-kegenitan yang melenakan.


Tak jarang, petaka ini muncul di tengah para aktivis dakwah, ketika umur telah sampai di ujung usia pernikahan, mereka rela menjatuhkan iffah mereka (khusus akhwat), dari da’i menjadi penggoda (khusus ikhwan).


Da’i penggoda ini dengan gagah dan penuh kepercayaan diri yang tinggi mengoleksi contact person dari tim kaderisasi, kemudian bak ahli fuqoha’ dan Muhaditsin, sang Da’i penggoda ini menyebar SMS kepada para muslimah, dengan dalih “berbagi” tapi sebaliknya hal tersebut tak ubahnya topeng belaka, bak zionis Yahudi selalu ada “Black Campaign” di setiap tindakan mereka yang tampak “Positif” bila dilihat dari luar.


Berdasarkan pengakuan dari beberapa sumber banyak muslimah (akhowat) yang cemas terhadap hal ini, namun tak sedikit yang akhirnya menikmati dan kemudian saling berbalas SMS, dari mengirim tanya jawab, hingga saling mengirim hal-hal yang tak penting, nahasnya sang da’i penggoda ini berani mengirim sesuata yang tak penting, dari photo hingga lagu-lagu MP3, sebab apa? Karena lemahnya jiwa sang akhwat, sehingga da’i penggoda ini berani melakukan hal demikian. Sekali lagi alasannya adalah “berbagi”.


Siapakah yang patut disalahkan? Ikhwankah atau akhwatkah? Keduanya salah dalam kasus ini. Ikhwan pasti semua tahu bahwa se-militan apapun seorang muslimah bila diberi perhatian khusus dan spesial pastilah tak sedikit dari mereka yang berbunga-bunga, karena sunnatullah mereka diberi jiwa yang lembut, karena jiwa lembut mereka diciptakan Allah SWT adalah untuk menenteramkan hati suaminya kelak, bukan untuk menikmati kegenita-kegenitan yang dipancing oleh para da’i penggoda ini. Disinilah cinta itu berubah dari rahmat dan karunia Allah menjadi petaka. Terhambatnya dakwah, lunturnya iffah para muslimah, hilangnya ghiroh dakwah para da’i muda ketika usia telah sampai pada masanya untuk menikah. Bersabarlah akhi wa ukhti, ingatlah apa yang Allah SWT janjikan untuk kita;


“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).”(QS.24:26)


Apakah kita tidak yakin dengan janji Allah ini? Sehingga kita rela melunturkan iffah kita, sehingga kita rela merusak dakwah kita. Percayalah Allah bersama kita, Allah tidak akan dzolim kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa istiqomah berada di jalan-Nya. Saudaraku, mari mulai dari sekarang kita saling menjaga ruhiyah kita, berjuang bersama dalam dakwah. Insya Allah, bidadari dan pangeran-pangeran syurga itu akan datang kepada kita. Dan pastinya perayaan cinta itu akan kita nikmati jua. Allahu Akbar!!!

Jumat, 04 Desember 2009

Sang Pengecut

Ini kisah ketika ikut memeriahkan pernikahan salah seorang sahabatku dengan seorang muslimah yang tak diragukan lagi ke-muntijahan-nya. Sehari setelah acara Walimatul Ursy. Sang saudaraku ini sedikit cerita bahwa ada sebuah SMS dari seorang lelaki yang berencana untuk melamar istrinya dalam beberapa bulan ke depan.


Wogh, sedemikian darahku berdesir ingin tahu siapa lelaki yang mendapat julukan ikhwan itu. Ingin sekali aku menendang wajahnya seperti yang aku lakukan pada seorang teman – yg berjuluk ikhwan juga – kasus ada disini.

Beginilah para pecundang bertopeng celana congklang, mushaf ditangan, janggut bermeter-meter. Aku ingat kata MR-ku yang sedang doctoral di UKM Malaysia, lebih dahsyat dan berbahaya gaya ikhwan menggaet akhwat dari pada cowok ‘ammah, karena mereka menggunakan tausyiah2 dan hadits2, mereka lupa pada ayat ini;




Dan janganlah kamu Campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (QS.2:42)


Lain lagi ungkapan ustadz Rozak, ketika memberi taujih tentang menimalisir VMJ di LDK kampusku, dengan wajah merah, dia geram dengan ikhwan yang selalu mengirimin akhwat SMS Tausyiah. Siapa yang menjamin hati akhwat tak tergoda??? Siapa yang menjamin bahwa keimanan mereka tidak terganggu?? Sang ustadz dengan gamblang di depan majelis yang penuh dengan ikhwan dan akhwat, berseru “Akhwat hati2 jangan terperangkap dengan jaring tausyiah para ikhwan”.


Sungguh hati akhwat itu lembut, maka jangan ganggu mereka, biarkan mereka berdakwah dengan penuh keistiqomahan dengan hati dihiasi cinta kepada Rabb-nya! Menikahlah jangan menjadi pengecut, adakah kata lain yang lebih baik buat kalian para ikhwan pelaku demikian selain kata pengecut???


Akhwat, jangan sampai iffah kalian tergadaikan dengan harga Rp. 88 /SMS, bila engkau hendak bertanya tentang hadits/pemecahan masih banyak akhwat di sisi kalian, bila mereka tak tahu, maka masih ada MR kalian, bilapun mereka tak tahu masih ada asatidz2 kita.


Cuma teringet waktu nasehatin adik gadisku “Dek, hati2 cowok itu anjing mereka punya banyak cara menaklukkan kita”, so ikhwan kan cowok tuuuh??? Nah ikhwan yang melakukan hal demikian, maaf, aku samakan dengan statement diatas, apalagi sampai menggantung akhwat dan membuat mereka berdiri di dua persimpangan. Menunggu jodoh dari MR atau menanti kepastian dari IKHWAN PENGGODA nan Banci bin pengecut ini. Terus Murnikan Dakwah untuk-Nya!!!



Ikuti Artikel ini


Satu lagi
No Copyright@

Hak Cipta Dilindungi Allah SWT, Bila Ada Salah Kata Mohon Dimaafkan. Lagi Belajar sich ^_^
Diterima Cacian, Makian, Saran dan Kritik
Email: abu.aifah1@gmail.com
CP/Whatsapp :
0821-7816-9560

KPR Non Ribawi Jambi

 

.:: Inspirasi Bang Malik ::. Published @ 2014 by Bang Malik

Blogger Templates