Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2018

Kenapa Petunjuk Bagi Orang yang Bertaqwa, Bukan Orang Islam?

Di dalam Al Quran surat Al Baqoroh ayat ke-2, Allah Jalla wa 'ala berfirman;
ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتّقين
"Kitab Al Quran itu tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi ORANG YANG BERTAQWA"
Mengapa Allah Ta'ala tidak menggunakan redaksi للمسلمين (orang-orang Islam)?
Karena orang-orang Muslim itu ada beberapa tingkatan;
1. Di antara mereka ada yang melakukan dosa-dosa besar, sehingga mereka tidak mendapatkan hidayah secara sempurna.
Cth; penikmat (makan) hasil judi bola, Zina, masih percaya ramalan, dll. Wajar bila kemudian mereka beriman kepada Al Quran tidak seutuhnya alias sebagian.
....أفتؤمنون ببعض الكتاب وتكفرون ببعض، فما جزآء من يفعل ذلك إلّا خزي في الحياة الدّنيا، ويوم القيمة يردّون إلى أشدّ العذاب، وما اللّه بغافل عمّا تعملون (البقره:٨٥)
".....Apakah kalian beriman kepada sebagian Isi Al Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripada kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia (di sisi Allah), dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat besar. Allah tidak pernah lengah dari apa yang kalian perbuat." (Al Baqoroh:85)
2. Di antara mereka ada yang melakukan dosa-dosa kecil secara terus menerus (meremehkan dosa selain syirik), sehingga mereka juga tidak mendapatkan hidayah secara sempurna.
عن عائشة رضي اللّه عنها، قلت: قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم: يا عائشة إيّاك ومحقّرات الأعمال (و فى رواية:الذّنوب) فإنّ لها من اللّه طالبا.
"Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, dia berkata,"Rasulullah Shollallahu 'Alayhi Wasallam berkata,"Wahai 'Aisyah hindarilah olehmu amal-amal remeh (dalam satu lafazh disebutkan dosa-dosa). Karena akan ada yang menuntut dari Allah terhadap amal-amal itu."
3. Orang yang bertaqwa
Merekalah orang yang memperoleh hidayah dari Al Quran. Mereka juga jadikan Al Quran sebagai petunjuk jalan hidupnya, sehingga mereka melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya, mengambil hukum dari-Nya dan menolak dengan tegas adanya penyerupaan atas dzat-Nya.
Akhukum Fillah...
Baarakallahu Fiik...

Nasehatilah Siapa Saja Untuk Taqwa

Di dalam kitab Al Fawaid, Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa Nabi Sulaiman 'Alayhissalam berkata, "Saya telah mempelajar apa yang telah dipelajari oleh manusia dan apa yang belum mereka pelajari. Dan dari semua itu, tidak ada pelajaran yang lebih agung daripada pelajaran tentang ketaqwaan kepada Allah Jalla Jalaaluh. Maka, apabila engkau ingin menasehati orang yang engkau cintai; anakmu, sahabatmu, atau tetanggamu, maka nasrhatilah agar mereka bertaqwa kepada Allah Jalla Jalaaluh.
Rasulullah Shollallahu 'Alayhi Wassallam berkata kepada Mu'adz;
يا معاذ اتّق اللّه حيثما كنت وأتبع السّيّئة الحسنة تمحما وخلق النّاس بخلق حسن (رواه الترمذي، احمد)
"Wahai Mu'adz, bertaqwalah kepada Allah di manapun kau berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskan keburukan (dosa) itu, dan pergaulilah manusia dengan menggunakan Akhlaq yang baik." (HR. Tirmidzi, Ahmad, Darimi).
Akhukum Fillah...
Barakallah Fiikum...

Hidup Bersama Al Quran


العيش مع القرآن
فإمّا يأتينّكم مّنّي هداى فمن تبع هداي فلا خوف عليهم ولاهم يحزنون (البقرة:٣٨)
"Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati." (Al Baqoroh:2)
Sahabat, bila kehidupan kita tak kunjung tenang, selalu merasa sempit, cobalah merenung sejenak, sejauh apa hubungan kita dengan Al Quran. Itulah yang harus kita renungkan, jangan sampai kita mengalami berbagai macam kesempitan di dunia, di akhirat pun kemudian dibangkitkan dalam keadaan buta.
ومن أعرض عن ذكري فإنّ له معيشة ضنكا وّنحشره بوم القيمة أعمة (طه:١٢٤)
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku (perintah Al Quran), maka sungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta."
Pada saat itu kebanyakan kita bertanya "Yaa Rabb, kenapa Kau kumpulkan kami dalam keadaan buta, padahal dulu kami seorang yang dapat melihat?!"
Pertanyaan yang lambat dan sia-sia, sebab saat itu Allah Jalla Jalaaluh telah melupakan kita, sebagaimana kita telah melupakan atau cuek terhadap Peringatan-Nya yakni Al Quran.
قال كذلك أتتك أيتنا فنسيتها، وكذلك اليوم تنسى (طه:١٢٦)
"Allah berfirman;"Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat kami, namun kamu melupakannya, dan begitupula ada hari ini kamu dilupakan." (Thaha:126).
Mari sahabat hiasi kehidupan kita dengan terus membaca Al Quran, luangkanlah waktu... Agar kita tidak mengalami kesempitan hidup di dunia, apatah lagi di akhirat.
Akhukum Fillaah...
Barakallahu Fiikum

Hilangnya Penjagaan Allah Jalla Jalaaluh Terhadap Hamba-Nya

Barangsiapa yang tidak menjaga dan menunaikan hak-hak Allah Jalla wa 'alaa, maka Allah tidak akan berkenan memelihara dirinya.

Dan barangsiapa yang menyia-nyiakan Allah, maka ia pasti akan ditimpa kemalangan dan kesengsaraan hidup di dunia, serta jauh dari kebahagiaan yang sesungguhnya.

Sementara neraka jahannam akan menjadi tempat kembalinya di akhirat kelak. Begitilah ketentuan Allah Jalla Jalaaluh yang berlaku selama langit dan bumi masih kokoh berdiri.

ومن أعرض عن ذكرى فإنّ له معيشة ضنكا ونحشره يوم القيمة أعمى (طه: ١٢٤)

"Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka niscaya ia akan memperoleh kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkan mereka di hari kiamat dalam keadaan buta." (Thaha:124).

Cukuplah kisah Qarun menjadi pelajaran bagi kita untuk senantiasa taat pada peringatan dan ketentuan Allah Subhanahu wata'ala.

Akhukum Fillah...
Barakallahu Fiikum...

Kamis, 09 Maret 2017

Merugi atau Beruntungkah Kita?

Source: Google.co.id "Hamba yang merugi"
Bismillah...
Seluruh manusia berada di dalam kerugian dan kebinasaan. Imam Syafi'i Rahimahullah berkata, "andaikan Allah hanya menurunkan surat ini (Al Ashr) kepada seluruh manusia, maka cukup untuk memberi peringatan.
Allah tidak pernah mengingkari janjinya, maka apalagi bila ALlah sudah bersumpah. Dalam hal ini Allah bersumpah dengan waktu;
1. Allah bersumpah pada waktu Ashar, karena Ashar adalah waktu paling afdhal.
2. Allah bersumpah pada waktu/masa, maka tidaklah Allah bersumpah pada sesuatu kecuali di sana ada penekanan pembelajaran untuk kita.
Maka, pertanyaannya, diisi dengan apa waktu-waktu kita selama ini?
Allah bersumpah demi waktu karena ia sangat penting, apabila kita banyak mengisinya dengan ketaatan, maka kita akan mendapati naungan dari Allah subhanahu wata'ala.

Lalu bagaimana agar kita tidak merugi?
1. Berimanlah
2. Beramal sholeh

Amal Sholeh ada 2 rukun
1. Ikhlash
2. Mutaba'ah (ittiba'urrasuul), Bila seseorang ikhlash beribadah, namun tidak sesuai dengan tuntunan nabi, maka tertolak.
3. Berdakwah (Nasehat-menasehati, bila umat Islam sudah meninggalkan nasehat-menasehati dalam perkara agama, maka tunggulah kebinasaan.
4. Benar dan sabar, nasehat yang benar belum tentu diterima, maka bersabarlah, karena sabar ada 3;
- Sabar dalam ketaatan
- Sabar dalam menjauhi kemaksiatan
- sabar dalam menghadapi takdir buruk

Semoga kita semua termasuk golongan yang beruntung mendapat naungan dari Allah subhanahu wata'ala di dunia maupun di akhirat.
~ Al Faqir Bang Malik

Sabtu, 21 Januari 2017

Problematika Dakwah "Penyakit Dakwah"

Dakwah adalah sikap yang melekat dalam diri setiap muslim, karena fitrah manusia tentunya ingin membawa manusia kepada kebaikan dan mencegahnya dari perbuatan mungkar. Ini berarti dakwah juga merupakan bagian dari jalan hidup manusia, bukan hidup namanya bila tidak ada problematika. Inilah problematikan dakwah yang coba Bang Malik paparkan, tentunya pesan ini khususnya buat BM juga;

1. Penyakit dakwah dalam Ma’nawiyah

- Muncul sifat dakwah yang reaktif, bersikap tanpa menyentuh subtansi, marah-marah nggak jelas, bahkan cenderung ada makian di dalamnya. AKSI menimbulkan REAKSI
- Muncul sifat yang bersifat figuritas atau istilahnya “kalau bukan Ustadz A, saya tidak mau percaya”, atau “Ahh Ustadznya bukan dari kelompok kami.”, dan banyak lagi.
- Muncul sifat yang mengatakan diri/kelompoknyalah yang terbaik (Ana Khayru Minhu), padahal sifat tersebut sudah jelas sifat setan.
- Muncul sikap yang suka meremehkan orang/kelompok lain.


2. Penyakit Dakwah dalam Amaliyah

- Dakwah yang bersifat sektoral, atau istilahnya hanya berkutat pada urusan Ukhrowiyah saja, atau muamalah saja, atau siyasah saja... ini bahaya bagi cita-cita bangkitnya umat Islam dan bersatunya umat Islam.
- Dakwah yang bersifat taqlidiyyah, atau tidak mau mendengar kebenaran/ilmu dari ulama di luar kelompoknya.
- Dakwah yang bersifat tambal sulam (moddy-an), hari ini semangat, besok enggak lagi, atau istilahnya “yang penting aku sudah dakwah”


Apakah solusi dari penyakit dakwah di atas? Umat musti bersatu, Toleransilah dalam perkara Khilafiyah Ijtihadiyah dan bersatulah dalam Aqidah (Ushulliyyah). Wallahul Musta’an

~Bang Malik~

Senin, 16 Januari 2017

Bersama Meraih Sukses Dunia dan Akhirat

Semua kita tentunya memiliki berbagai macam visi misi hidup di dunia ini, maka dalam Islam tidak ada visi dan misi hidup selain meraih kebaikan di dunia maupun akhirat, istilah kerennya adalah “Dunia Bahagia Akhirat Surga”. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat Al Baqoroh ayat 201;
وَمِنۡهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ٢٠١
“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"
Siapa yang tidak ingin bahagia di dunia? Tentu semuanya mengatakan “Saya ingin bahagia, karena saya berhak bahagia”. Namun bahagia bukan sembarang kebahagiaan karena kebahagian dalam Iman Islam adalah manakala kita mampu membawa diri kita untuk taat kepada pemiliknya, Allah Jalla Jalaaluh.
Ketika kita selama hidup dunia senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah Jalla Jalaluh, maka percayalah kebahagian di akhirat itu pun akan kita dapatnya, karena sudah janji Allah Jalla Jalaaluh akan memberikan ketenangan dan kebahagiaan pada hamba-Nya yang senantiasa menjaga ketaatan dalam beribadah kepadanya, sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran surat Ar Ra’du ayat 28;

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ ٢٨
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.

                Berikut adalah tips untuk sama-sama kita melatih diri untuk menjadi pribadi yang bisa meraih kesuksesan Dunia Bahagia Akhirat Surga;

  1. Tenang, karena keyakinan kita kepada Allah Jalla Jalaaluh, jangan pernah berputus asa, karena bila sudah sejauh ini Allah Jalla Jalaaluh membawa kita, maka percaya dan yakinlah Allah Jalla Jalaaluh tidak akan pernah menelantarkan kita.
  2. Terencana, kita harus senantiasa terencana dalam melakukan segala sesuatu, tidak sebab dadakan dan terburu-buru, karena kalau sudah tidak terencana hal tersebut bisa merusak semuanya.
  3. Terampil, terampillah dalam bekerja tidak asal kerja, ciri orang terampil dalam bekerja adalah senantiasa berfikir terlebih dahulu sebalum mengerjakan sesuatu. Kalau kerja asal kerja, maka monyet pun bisa kerja.
  4. Tertib, dalam hidup kita harus senantiasa menjaga Haritsun ‘Alaa Waqtihi, tidak akan pernah bisa kita menyusun agenda dengan terencan dan dapat terampil bila kita tidak tertib dalam hal waktu, maka agar amalan yawmiyah kita tertib buatlah semacam Schedule Time jadwal kerja harian.
  5. Tekun, untuk meraih Dunia Bahagia Akhirat Surga tentunya kita harus tekun dalam beribadah, jangan pernah melalaikan perkara ibadah bila kita ingin memiliki kebahagiaan yang hakiki. Mari tekun dalam menjaga sholat kita, dhuha kita, tilawah kita, bahkan tekun kita menjalankan puasa sunnah senin kami dan ayyamul bidh (13,14,15 setiap bulan dalam kalender hijriyah).
  6. Istiqomah, apa kata Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wassallama ketika ditanya apa yang harus dilakukan setelah beriman kepada Allah? Kemudian Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi Wassallama menjawab “Fastaqimu” atau istiqomah. Hamba yang beriman tentunya ikhlash dalam melakukan amal sholeh, kemudian mereka akan berjuang untuk istiqomah menjalankan amal sholeh tersebut.
  7. Tegar/Sabar, sebagai hamba Allah yang beriman tentunya kita harus kuat dan tabah dari berbagai macam kejadian dalam hidup kita karena segala sesuatunya adalah ketentuan (milik) Allah Jalla Jalaaluh , sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al baqoroh ayat 156;
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ١٥٦
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun"

  1. Tawadhu’/Rendah hati, sebagai hamba Allah yang beriman tentunya kita menyadari bahwa di dunia ini tidak adalah lebih tinggi, lebih kuasa kecuali Allah Jalla Jalaaluh, sehingga dengan demikian sifat sombong tidak akan muncul di dalam hati kita, karena kesombongan adalah sarana paling efektif untuk menjatuhkan martabat kita.
KEJARLAH AKHIRAT, MAKA DUNIA AKAN MENGEJARMU, PENUHI KEBUTUHAN BEKAL AKHIRAT KITA, MAKA DUNIA AKAN IKUT MEMENUHI KEBUTUHAN DUNIA KITA.

Semoga Bermanfaat J

Alfaqir Ilallah Bang Malik

Ucapkan Subhanallah Saat Kita Merasa Takjub

Pertanyaan yang teru muncul saat saya mengisi sebuah forum baik itu diskui maupun halaqoh kecil yang saya bina, "Bang bener ya kalau lihat hal jelek kita sebut "Subhanallah" kalau liat yang indah "Masya Allah"

Jawaban: dua-duanya sama-sama kalimat thayyibah, silakan pakai mana yang nyaman di hati, namun saya pribadi menggunakan “Subhanallah” lebih sering ketika melihat ciptaan Allah yang indah, karena merujuk pada surat Ali Imran ayat 190-191
إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٩٠ ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ١٩١
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau (Subhanaka), maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Dr. Muhammad Ibn Ishaq berkata dalam kitabnya yang berjudul At-Tasbih fii Al Kitaab Was Sunnah:”Dalam ayat ini terdapat seruan kepada kaum muslimin untuk merenungi penciotaan dan bertasbih kepada Alah ketika takjub yang menandakan kebesaran dan keagungan Allah dan bahwasanya hanya Dialah illah yang berhak diibadahi dengan benar.”

Kemudian dalil yang dipakai dalam mengucapkan kata Subhanallah ketika melihat sesuatu yang indah takjub adalah surat Al Isra’ ayat 1:

سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ١

1. Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


Karena sebagian ulama berkata:”Ungkapan ‘Subhaana’ dalam ayat di atas adalah untuk ta’jub atau kagum saat melihat sesuatu yang indah. Jadi, tidak tepat bila kita menyalahkan orang yang mengucapkan kalimat “Subhanallah” manakala merasakan takjub dan kaguam atas sebuah ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala... Wallah ta’ala a’lam...

Alfaqir Al 'ilm Bang Malik

Sabtu, 16 Juli 2016

Download RPP Tahsin dan Tahfizh SMP-SMA-SMK


Cahaya Allah berupa AL Quran kini sudah memasuki setiap sanubari hamba-Nya di penghujung akhir zaman ini. maka berbahagialah kita yang telah menerima cahaya Al Quran dalam kehidupan kita. Allah memilih setiap hamba-Nya berdasarkan usaha hamba itu sendiri dalam menggapai hidayah.

Singkat cerita, banyak sekolah berlatar belakang Islam tertentu yang sebelumnya tidak pernah memasukkan pelajaran Tahsin dan Tahfizh Al Quran sebagai pelajaran tersendiri, kita memulai memasukkan mata pelajaran tersebut ke dalam bentuk mata pelajaran bidang study Tahsin dan Tahfizh dengan guru tersendiri yang memiliki kapasitas hafalan dan tahsin yang semestinya


Berikut saya berikan download file untuk RPP Tahsin dan Tahfizh dari kelas 1-3 SMP, SMA dan SMK.. Silakan sedot, dan bagikan ke temen-temen rekan guru kita. Semoga Menjadi Amal Jariyyah antum semua… Silakan Edit seperlunya, sesuai dengan target Surat atau Juz yang dihafal di sekolah kawan-kawan. Download dari kelas 1 (VII) atau kelas 3 (IX) biar lebih menyambung...










Sedikit Penampakan Pola RPP

Kamis, 21 April 2016

Munasabah Dalam berdizkir

Source:Google
Setiap dzikir ada munasabah-nya (waktu yang pas sesuai dengan tuntunan). Maka, kita seharusnya berdzikir sesuai dengan munasabah tersebut, dan tidak menympang dari garis-garis yang telah ditentukan. Karena bila tidak sesuai, hal ini menunjukkan bahwa kita tidak mengikuti sunnah Rasulullah Shollallahu 'alayhi wassallaama.

Setelah selesai mengerjakan sholat, Rasulullah Shollallhu 'alayhi wassallaama  menganjurkan kita membaca tasbih tiga pulu tiga kali, tahmid tiga pulih tiga kali, takbiir tiga puluh tiga kali dan, tahlil seratus kali, lalu membaca ayat kursi, surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas.

Apabila kita naik gunung atau membawa barang yang berat maka hendakanya kita membaca Laa Hawla Walaa Quwwata illa billah (tanpa harus menambah dengan kata azhiim bila ingin sesuai sunnah).

Abu Musa Radhiyallahu 'anhu berkata, "Kami pernah mendaki lereng bersama Rasulullah Shollallhu 'alayhi wassallaama, orang-orang memekikkan Allahu Akbar  sedangkan aku sendiri mengucapkan Laa Hawla Walla Quwwata Illaa Billaah, Rasulullah Shollallhu 'alayhi wassallaama kemudian berkata kepadaku, "Wahai Abu Musa, maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu harta surga?"

"Mau, Wahai Rasulullah." Jawab Abu Musa

Rasulullah Shollallhu 'alayhi wassallaama menjawab, "Laa Hawla Walla Quwwata Illaa Billaah." (HR. Bukhori 4205 dan Muslim 2704)

Apabila kita sedang bertafakkur atas keindahan ciptaan Allah Subhanahu wata'ala., Maka bacaan yang yang sesuai dengan kondisinya yaitu ucapan Subhanallah, sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran 190-191, yang artinya "....Ya Tuhan kami tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkah, maka peliharalah kami dari siksa api neraka." Kemudian ketika nama Muhammad Rasulullah disebut, kita ucapan sholawat kepada beliau. Adapun ketika kita makan, kita mulai dengan bismillah dan kita akhiri dengan membaca Alhamdulillah.

Jadi setiap dzikir yang diajarkan Rasulullah Shollallhu 'alayhi wassallaama ada tempatnya masing-masing.

Semoga Bermanfaat...

Jambi, 21 April 2016
22.26 WIB
(Intisari Ihfazhillah yahfazhaka)

Minggu, 17 April 2016

Jauhilah Tempat yang Haram

Ilustrasi (Source:Google)
Sahabat banyak di antara kita yang lalai terhadap agama ini, mungkin karena kita sudah lama tidak menjaga diri dari tempat yang tidak Allah Subhanahu Wata'ala ridhoi, sehingga akhirnya lingkungan tersebut justru berpengaruh terhadap diri kita. 

Berikut Bang Malik akan mencoba menerangkan efek buruk tempat-tempat haram tersebut;

1. Menimbulkan Gejolak Syahwat

Diskotik dan pub adalah tempat di mana menyajikan aksi dan tontonan yang dapat menimbulkan gejolak syahwat. Tidak sedikit godaan dan rayuan manja dari wanita-wanita penggoda akan menghampiri kita, bila tak kuat iman niscaya kita akan terjebak dalam kubangan zina yang sangat Allah murkai. 

Lagi pula sebagai orang yang beriman, kenapa pula harus masuk ke tempat demikian.. maka jauhilah agar syahwat kita terlepas dengan jalan yang halal.

2. Menimbulkan Prasangka Buruk Dari Orang Lain

Mungkin di tempat itu tujuan kita adalah bertemu dengan teman lama yang ngajak ketemuan. Salahkah kita? Tidak salah... Tempatnyalah yang salah yang justru bisa menjadi fitnah buat kita. Teman kita yang lain "berhak" menilai dari apa yang dia lihat.

So, bila ada temen lama yang ngajak ketemuan di tempat yang diharamkan lebih baik batalkan dan ajak bertemu lain kali dengan tempat yang lebih berkah.

3. Terjatuh Pada Melihat yang Allah Haramkan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shollallahu 'Alayhi Wassallaama bersabda;"Telah dituliskan atas Bani Adam bagian dari zina yang pasti ia melakukannya, tidak bisa tidak. Maka, zina kedua mata adalah melihat yang diharamkan, zina kedua telinga adalah mendengar yang diharamkan, zina lisan adalah berkata-kata yang diharamkan, zina tangan adalah memegang yang diharamkan, zina kaki adalah melangkah ke TEMPAT yang DIHARAMKAN, hati berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluan membenarkan itu semua atau mendustakannya."

Wuiih... na'udzubillah ya, cuma "sekadar" melihat saja bila diiringin dengan syahwat hal tersebut sudah dihitung dengan zina. Maka jangan pernah langkahkan kaki kita ke tempat-tempat yang Allah haramkan.

4. Melemahkan Iman dan Melemahkan Kebencian Pada Kemaksiatan

"Bisa alah karena biasa", begitu sebuah pepatah mengatakan, ketika kita terbiasa berada di tempat-tempat yang Allah haramkan, otomatis itu sudah menjadi tanda melemahnya iman kita. Ketika iman itu sudah pada kondisi lemah, kita akan menjadi terbiasa dengan kemaksiatan, bahkan ketika teman-teman kita sedang bermaksiat, menggoda wanita-wanita malam tersebut justru kita lebih memilih tertawa terbahak-bahak dari pada beristighfar. 

Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengatakan:"Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di sebuah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir (gemar akan kemaksiatan), ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya."

Bila hal di atas kita alami, maka bersegeralah kita bertaubat, karena ampunan Allah itu dekat.

5. Terancam Meninggal Pada Su'ul Khatimah

Sahabat, ada baiknya bila kita ingin melangkahkan kaki ke tempat yang Allah haramkan, cobalah berfikir sejenak "apakah nanti aku bisa pulang dengan selamat atau malah sebaliknya, mati di tempat?". 

Tidak terhitung kasus orang mati dalam keadaan over dosis obat-obatan terlarang, mati di atas perut pelacur, mati di saat pesta miras, dan mati dengan cara yang buruk lainnya. Na'udzubillah... berfikirlah sebelum melangkah, karena maut datang tidak menunggu kita taubat.

Itulah 5 efek buruk yang bisa kita alami bila kita senang mendekati bahkan menikmati tempat-tempat yang Allah Subhanahu Wata'ala haramkan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shollallahu 'Alayhi Wassallam bersabda:"Di antara kebaikan Islam Seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat." 

Allah berfirman dalam Al Furqon : 72-73 "Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan orang MENGERJAKAN PERBUATAN YANG TIDAK BERFAEDAH, mereka LALUI SAJA dengan MENJAGA KEHORMATAN DIRINYA."

So, bila ingin menjaga kehormatan diri, maka lalui saja orang-orang yang mengajak kita pada perbuatan yang tidak berfaedah di atas. Wallahu ta'ala a'lam....

#SelfReminder


Al Faqir Ilallah
Abdul Malik bin Abdullah Yurisvan Hindra bin Hamzah bin Ismail

Jambi, 17 April 2016
01:24 WIB

Jumat, 03 April 2015

Isu Wahabi Senjata Syiah Memecah Belah Aswaja


Bismillah

Ada beberapa sahabat yang bertanya kepada saya mengenai Wahabi. Maka biasanya saya lebih memilih untuk bicara langsung via telpon atau berjumpa langsung dengan yang bertanya. Agar semakin jelas dan tidak menimbulkan perdebatan-perdebatan baru, dan di dunia maya sering sekali hal tersebut terjadi.

Dalam Islam kita memiliki 4 imam mazhab, Hambali, Hanafi, Maliki (Kitabnya Muwatho') dan Syafi'i. yang terakhir adalah mazhab yang masyhur diikuti oleh sebagian umat Islam asia tenggara, Malaysia, Brunei, SIngapore, Indonesia, dll. Dan tahukah kita, satupun dari mereka tidak ada yang konfrontasi sama sekali apalagi bertikai, justru mereka saling melengkapi, terutama Imam Syafi'i yang belajar pada ketiganya.

Lalu Bang Malik, ketika kami sudah mengikuti imam syafi'i, apakah harus menafikan  3 imam mazhab yang lain? itu kembali kepada KEDEWASAAN IMAN ANDA. Berikut adalah pesan terakhir para imam mazhab rahimahullah;

Imam Syafi'i Rahimahullah berkata:
"Dalam setiap isu, apabila seseorang ahli hadis itu menjumpai sebuah riwayat yang sahih daripada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan riwayat itu pula bertentangan dengan ajaran aku maka aku menarik kembali ajaran aku yang asal tadi sama ada pada ketika aku masih hidup atau apabila aku sudah meninggal dunia nanti." (dalam I'lam Al Muwaqi' Jilid 2. Hal 363)

Imam Hambali Rahimahullah berkata:
"Tidak ada perkataan sesiapapun melainkan boleh diterima perkataannya atau ditolak kecuali perkataan Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam. Sementara apa yang dikatakan oleh Maliki dan Abu Hanifah adalah apa yang juga aku katakan apabila rujukan kami sama-sama dari Nabi shallallahu 'alayhi wasallam." (Jami' Al bayan al ilm, jilid 2 . hal. 149)

Imam Hanafi (Abu Hanifah) Rahimahullah berkata:
"Apabila sesuatu hadis itu sahih manakala ianya bertentangan pula dengan mazhab, perkara yang mesti dilakukan ialah beramal berdasarkan hadis tersebut. Demikian itu adalah Mazhab Abu Hanifah dan para pengikut mazhab tidaklah terkeluar dari kedudukannya sebagai pengikut Hanafi dengan mengamalkan hadis tersebut.

Ada juga suatu riwayat yang sahih daripada al-Imam Abu Hanifah menyebutkan bahawa beliau telah berkata “Apabila Hadis itu sahih, itulah mazhab aku.” Riwayat ini diceritakan daripada Ibn ‘Abd al-Barr daripada al-Imam Abu Hanifah dan juga daripada imam-imam lainnya." (The Prophet's Prayer Describe, ms viii)

Imam Maliki Rahimahullah berkata:
"Aku hanya manusia biasa yang mana pendapat aku mungkin benar dan mungkin salah. Maka telitilah pendapat yang aku kemukakan. Semua pendapat yang selaras dengan al-Qur’an dan al-Sunnah maka ambillah ia manakala yang tidak selaras dengan al-Qur’an dan al-Sunnah, tinggalkanlah." (Riwayat Ibn ‘Abd al-Barr di dalam Jami’ Bayan al-Ilm, Jilid 2 ms. 32).

Coba simak dan fahami masing-masing pesan terakhir Imam Mazhab Rahimahullah tersebut. Namun, sayang pertikaian justru datang dari kalangan pengikut mereka, seakan derajat keempat imam mazhab mendekati derajat kenabian, sehingga kudu mutlak pada satu mazhab.

Kembali ke Laptop, "Maulid Nabi" saya pribadi sendiri tidak menganggap ini sebuah perkara sesat saya melihat perayaan ini hanya dari sisi azaz manfaat untuk umat, yaitu kesadaran untuk kembali kepada khittah kita hidup di dunia ini, yaitu menjadi seorang Khalifah yang senantiasa mengikuti cara hidup Rasulullah SAW, untuk terus mengenangnya, dan momen Maulid adalah saat yang tepat, agar manusia tidak disibukkan oleh perkara dunia.

Itu sebab kenapa Sholahuddin AL Ayyubi sampai membuat sayembara pembuatan syair-syair cinta untuk Rasulullah, karena saat itu umat Islam sudah jauh dari nilai ajaran Rasul. Sudah disibukkan oleh peraka dunia. Umat islam seakan terlihat tidak siap ketika sudah menjadi penguasa.

Ketika dua pertiga dunia kita tundukkan, tiba-tiba satu persatu lepas dari tangan kita, karena virus cinta dunia (Al Wahn) sudah menjalar di hati umat Islam, sehingga Spanyol dan wilayahnya lepas dari tangan kita, kekhalifahan utsmani (yang terakhir) runtuh juga seketika. masing-masing akhirnya sibuk menyelamatkan dirinya.

Salahkah peringatan Maulid Nabi SAW? Tidak SALAH... Dia menjadi Salah manakala di dalamnya terdapat kemubadziran, hanya seremonial belaka tanpa ruh yang nyata menghiasi hati untuk terus berjuang nyata membela agama Allah. Adakah sahabat BM yang ingin menyebut SHolahuddin AL Ayyubi sebagai AHLUL BID'AH?

Berdewasalah dalam beragama, teruslah belajar dan membaca, maka akan lahirnya kebijaksanaan di sana, dalam bersikap dan berpendapat, Nahnu Du'at wa laysal hakim, kita ini penyeru agama Allah, bukan Hakim.

Bagaimana dengan Wahabi Bang Malik?

Wahabi? Hewan Jenis apa itu?
JT? Hewan Jenis apa itu?
Tarbiyah? Hewan Jenis apa itu?
Salafi? Jenis Hewan Apa itu?

"Ahmad, di mana pun Ahmad menemukan kenyamanan dalam berjama'ah (kelompok), maka jangan pernah di hatimu muncul sentimen berlebihan terhadap jama'ah lain. Apapun Mazhab yang Ahmad Pegang, maka jangan cibir mazhab yang lain dan pengikutnya, Ahmad adalah umat Muhammad, bukan umatnya Hambali, bukan umatnya Hanafi, bukan umatnya Maliki dan Syafi'i, belajar terus Nak, Abah sudah tua."

Itu adalah nasehat super abahku, seorang da'i sejati dalam hidupku, penerang hatiku, perpustakaan dan kitab berjalanku. Semoga Allah merahmatimu abahku sayang.

Kenapa di atas disebut "Jenis Hewan Apa Itu". Maksud abahku yang saat itu kutanya langsung adalah, nama-nama itu muncul justru diciptakan untuk mengkotak-kotakkan umat Islam di dunia. Sebagaimana penjajah kafir di Indonesia yang mengkotakkan muslim dengan gelar Haji (laki) dan Hajjah (perempuan), buat apa? Sebagai tanda agar mudah mengontrol kita.

Muhammad bin Abdul Wahab yang belakangan disebut pencetus Wahabi adalah seorang ulama yang bermazhab Hambali, lalu mutlakkah dia bermazhab Hambali? tidak Sahabatku, dalam perkara ilmu Waris Muhammad bin Abdul Wahab menggunakan rumusnya Imam Syafi'i.
Lalu ada fitnah bahwa Muhammad mengharamkan Sholawat ke atas Nabi SAW dan mengharamkan Ziarah Kubur, kemudian beliau dengan mazhab hambalinya disebut tidak mau mengakui kebenaran Ahlul Bayt. Maka semua itu dijawab santai oleh Muhammad bin Abdul Wahab:

“Maka semua tuduhan yang diada-adakan dalam hal ini sungguh kami tidak mengerti apa yang harus kami katakan sebagai jawaban, kecuali yang dapat kami katakan hanya "Subhanallah, Maha suci Engkau ya Allah" ini adalah kebohongan yang besar. Oleh karena itu, maka barangsiapa menuduh kami dengan hal-hal yang tersebut di atas tadi, mereka telah melakukan kebohongan yang amat besar terhadap kami. Barangsiapa mengaku dan menyaksikan bahwa apa yang dituduhkan tadi adalah perbuatan kami, maka ketahuilah: bahwa kesemuanya itu adalah suatu penghinaan terhadap kami yang dicipta oleh musuh-musuh agama ataupun teman-teman syaithan dari menjauhkan manusia untuk mengikuti ajaran sebersih-bersih tauhid kepada Allah dan keikhlasan beribadah kepadaNya.

Kami beri’tiqad bahwa seseorang yang mengerjakan dosa besar, seperti melakukan pembunuhan terhadap seseorang Muslim tanpa alasan yang wajar, begitu juga seperti berzina, riba’ dan minum arak, meskipun berulang-ulang, maka orang itu hukumnya tidaklah keluar dari Islam (murtad), dan tidak kekal dalam neraka, apabila ia tetap bertauhid kepada Allah dalam semua ibadahnya." (Shiyanah al-Insan, m.s 475)

Lalu sahabat, darimana datangnya istilah Wahabi tersebut? Ya, sama dengan Ahmadiyah yang dilahirkan untuk melemahkan perjuangan umat Islam di India, itu semua datang dari kaum kafir penjajah yaitu Imperialis Inggris serta kaum-kaum munafik yang tak ingin kehilangan jabatan, serta pasukan Hasan bin Hibatullah Al Makrami dari Najran yang berakidah Syi'ah Bathiniyyah. Maka sebagai tanda, disebutlah para sahabat Muhammad bin Abdul Wahab dengan gelar Wahabiyah atau Wahabi. Hingga sekarang, Muslim ambigu mengikuti pola pikir kaum imperialis untuk terus memecah belah kita. Lalu BM Bagaimana Menyikapi itu semua? Belajarlah, baca itu Al Qur’an, baca itu sejarah yang shahih. ............................ Bersambung ......................... (Bang Malik)



-----
Note:
Status ini tidak menerima debat, apapun keyakinanmu peganglah, dan ini keyakinanku, aku ingin menjadi umatnya Muhammad SAW. Demi Menjaga Hati pembaca yang lain, komen yang kasar akan segera dihapus. Terima Kasih.

Bang Malik.... Jambi, 15 Januari 2014

Sabtu, 03 Oktober 2009

Menjadi Mahasiswa Super Power

Menjadi Mahasiswa Super Power
By: Sulthan Malik Abdullah

Welcome to the journet of live, bro en sister mahasiswa baru IAIN STS Jambi, salam hangat dari kami Keluarga Besar LDK Al Uswah IAIN STS Jambi. Tempat dimana teman-teman hadir untuk sama-sama melihat dunia baru, sebagai seorang mahasiswa, wow… klo dulunya kita hanya bergelar siswa dengan baju putih abu-abu, sekarang kita akan masuk ke dalam dunia belantara kehidupan nyata. Sebagai pionir anak bangsa yang membuat perubahan untuk diri, dan bangsanya. Allahu Akbar!!!

Sudah baca bukan judul diatas, yang sekaligus merupakan tema acara PENAKU ke-V ini? Yo i, kita semua akan digiring (bukan Giring Nidji lho) menjadi mahasiswa Super Power. Super Power yang bukan hanya klaim semata, tapi menjadi sebuah proses kita menuju mahasiswa yang mengedepankan intelegensi dan moral.

Mahasiswa Super Power, rada berat nih temanya, karena yang nulis buletin ini belum tentu masuk kategori mahasiswa super power. Yuk, kita lihat makna sebenarnya mahasiswa itu. Ini dia empat makna mahasiswa sebenarnya, silakan ambil sesuai dengan selera teman-teman, hehe…

1. Mahasiswa itu adalah golongan kaum terpelajar yang berada atau menduduki tingkatan atas civitas akademika sehingga mereka telah dilengkapi dengan tingkat kemandirian yang tinggi , berwawasan luas, dapat mengatur dirinya sendiri dengan baik karena lamanya proses pendidikan yang mereka tempuh atau alami.

Mungkin ada pula yang seperti ini:

2. Mahasiswa adalah Sekelompok individu yang menimba ilmu jauh dari kota kelahirannya sehingga dia harus memiliki sifat tanggung jawab yang tinggi , pandai memenej waktunya dan tingkat kemandirian yang tinggi pula.

Mungkin ada juga yang berpikiran begini

3. Mahasiswa adalah golongan kaum elit yang biasanya berpenampilan wah atau parlente dengan kendaraan yang wah pula. (padahal ntu kendaraan masih ngenten ma ortu.. hihi)

Ataupun malah ada yang memiliki pikiran begini

4. Mahasiwa adalah sekelompok individu yang terlalu idealis sehingga saking terlalu idealisnya terkadang mereka tidak menyadari bahwa mereka telah disusupi oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga mudah diarahkan oleh mereka nantinya.

Keempat devinisi diatas sangatlah benar adanya. Kenapa saya mengatakan demikian?? Karena saya baca… hehe… kita sante aja ya!

Teman-teman nanti ke depan akan melihat, tingkah polah unik mahasiswa-mahasiswa semester atas, keempat devinisi liar diatas akan terbukti dengan sendirinya. Tinggal teman-teman memilih mana yang bisa kamu contoh dari mereka. Bila kamu bisa membedakan mana yang patut dicontoh dan mana yang tidak, itulah dia Mahasiswa Super Power, tidak larut dalam pergaulan dan antropologi mahasiswa liar yang ada di kampus biru tercinta ini (IAIN STS Jambi).

Kemudian, Mahasiswa Super Power adalah manusia yang tentunya tidak akan membiarkan identitas dirinya terkoyak, apalagi sebagai Mahasiswa Muslim. Dia tidak akan rela agamanya terus ternista di mata orang-orang yang tidak menyukai agamanya. Pergaulan bebas, Narkoba, de el el, menjadi teman sejati teman-teman.

Mahasiswa Muslim Super Power, tentunya akan selalu berusaha untuk tidak terjebak dan terlalu terlena dengan RoDa-isme ( Romantisme, Dugemisme dan Apatisme). Berbangga diri dengan budaya westernisasi, sambil bersusah payah menghapus jati diri agama kita yang mulia. Itu semua tak terlepas dari arus globalisasi yang mengalir masuk cukup deras pada negara yang paling kita cintai ini seakan – akan bangsa kita ini tidak memiliki filter yang dapat menyaring budaya – budaya dari luar. Semuanya kita terima , kita adopsi dalam berbagai kehidupan sehari – hari. Selain itu mayoritas mahasiswa sekarang ini berada jauh dari nilai-nilai moral Agamanya. Semua lepas kontrol, lupa pada identitas sebenarnya.

Mahasiswa Muslim Super Power adalah mahasiswa yang juga menyadari peranannya, apakah peranan seorang Mahasiswa?

- Succes (Sukses)
Kamu memang berniat dari hati yang terdalem...lem....leeem, pergi jauh dari kampung dan meninggalkan orang tua hanya untuk menjadi orang yang sukses. Sukses dunia dan sukses di akhirat. Mau tau rumusnya? Tanyakan pada Galileo! Rumusnya adalah niat dari dalam hati kamu, lalu untuk lebih menguatkan, perbanyak diskusi kepada orang-orang yang sukses dalam hal akademisi, organisatoris, dan Islamis.

Kalau sudah seperti itu, Insya Allah, Ibunda dan Ayahanda di kampung akan bangga melihat kita menjadi Mahasiswa yang sukses dan berakhlakul karimah. Karena tidak bisa kita dikatakan sukses pabila ternyata kita tidak memiliki sifat akhlakul karimah... betul kan, betul donk!!!

Ada satu sya’ir yang dinyanyikan oleh seorang Trainer sekaligus Enterpreuner, Ipho Santosa, gini nich sya’irnya ” AKU TERLAHIR TUK JADI PEMENANG, TAKKAN PERNAH TERFIKIR TUK JADI PECUNDANG”. Ingat, Allah menurunkan kita ke muka bumi ini adalah untuk menjadi seorang PEMENANG. Allahu Akbar!!!

- Clever (Pinter or Cerdas)
Nah ini die nich bagian terpenting dari Mahasiswa yang Super Power. Temen-temen sudah baca diatas bukan
? berbagai karakter ajaib Mahasiswa yang akan temen-temen saksika ketika sudah mulai aktif kuliah.

Mahasiswa Super Power, dia akan cerdas memilih lingkungan yang dapat mendukung cita-citanya kuliah di IAIN ini. Dia tidak akan menyia-nyiakan segala biaya yang dikeluarkan oleh orang tua untuk aktivitas-aktivitas yang sia-sia.

Dia akan mampu memilih mana orang yang bisa memberikan pengaruh postif bagi dirinya, dan mana orang-orang yang justru menjatuhkannya ke dalam lingkungan yang menyesatkan, yang berujung pada kekecewaan orang tuanya. Ingat, Lebih Cepat Lebih Baik. Jangan pernah kita terjebak pada kesenangan duniawi semu yang dibawa oleh orang-orang bermental perusak. Penulis percaya, temen-temen yang sedang membaca disini adalah orang-orang yang Dahsyat!!! Takbir yiuuukk... Allahu Akbar!!!

- Potential (Potensial or Berpotensi)
Kita harus menyadari, pada dasarnya kita adalah manusia yang diberikan oleh Allah SWT dengan ribuan bahkan jutaan potensi yang ada dalam diri kita. Adalah kewajiban kita mencoba menggali itu semua.

Potensi menjadi makhluk Allah yang Sholeh dan Sholehah adalah salah satunya. Pernah baca buku yang berjudul, ”TEMUKAN DIRIMU DALAM MENTORING”, nah melalui mentoring inilah nantinya potensi dalam diri kita akan digali bersama-sama. Maka teman-teman, mari kita ramaikan mentoring yang ke depan akan kalian ikuti. Di jamin, Insya Allah, kebahagiaan dunia yang diridhoi oleh Allah SWT akan kita dapatkan. Mari kita takbir kembali... Allahu Akbar!!!

- Aware (Sadar or Insaf)
Kata nabi Muhammad SAW tokoh revolusioner sejati, yang tidak pernah menjauhkan agama dari dalam setiap sendi kehidupannya, berkata, bahwasanya semua anak Adam itu berpotensi memiliki kesalahan, tetapi sebaik-baik mereka adalah yang selalu memperbaiki dirinya. Tul nggaaakk? Betul donk!

Nah, kawan-kawan, kita harus menyadari bahwa kita sudah menjadi mahasiswa, kaum intelektual, apalagi kita seorang muslim. Maka sudah pasti langsung maupun secara tidak langsung perilaku kita akan dicontoh oleh orang lain.

Maka dari itu, Mahasiswa Super Power mereka sadar akan posisinya, mereka akan merubah perilaku buruk mereka menjadi perilaku yang baik, yang sedap dipandang mata, yang gaul tapi syar’i, yang funky tapi syar’i. Tutur kata selalu mengarah untuk melakukan perbaikin diri maupun orang lain. Lagi-lagi... mentoring adalah fasilitas kita untuk benar-benar menyadarkan diri kita, jangan sampai kejahiliyahan masih menghiasi kehidupan kita, yang katanya berada dalam dunia modern.

Mahasiswa Muslim Super Power yang mengaku hidup di zaman modern, dia pasti sadar, bahwa orang yang mengaku modern itu hidupnya akan selalu selaras dengan aturan agama. No Pergaulan Bebas, No Drugs, dan kalau perlu NO SMOKING ya.. hihi kayak di ruangannya aja... eehh tapi bener lho, kalau kita bisa melihat ruangan dalam paru-paru kita, kali ajakan ada bacaan NO SMOKING.. hehe...

Nah intinya... busyyeett, sepanjang ini baru sekarang intinya. Intinya adalah Mahasiswa Super Power adalah seperti yang digambarkan diatas ntu. Maukan?? Mau donk. Yiiuuukkk ikut mentoring bareng LDK. Di jamin seru... mari takbir bersama... Allahu Akbar!!! Semoga Allah SWT meridhoi kita semua. Salam Ukhuwah Fillah dari LDK Al Uswah IAIN STS Jambi. Semoga Menjadi Mahasiswa SUPER POWER.. Aamiin. Wallahu a’lam.

Rabu, 23 September 2009

Bukan untuk Permainan

Bila cinta telah memanggil, jalan pertama yang harus kamu lakukan adalah mempertanyakan kembali, akan dibawa kemana rasa yang suci ini? Jangan jadikan rasa suci itu menjadi kegenitan yang kamu nikmati. Jangan jadikan rasa suci ini kamu jadikan penghancur dakwahmu dan dakwahnya. (baca:hati)

Cinta bukan untuk permainan, ia harus segera kita bungkuskan dengan tali indah nah suci penuh berkah dengan nama NIKAH!!! Bila kamu panas membaca ini, bila kamu menjadi su’udzhon membaca ini (baca: diri penulis), berarti kamu memang telah mempermainkan cinta yang telah kamu rasakan.

Cinta, membuat pengecut menjadi pemberani, membuat pencuri menjadi da’i (baca: Pencuri hati,.,. huahahaha), bahkan mungkin karena cinta, membuat da’i menjadi banci. Dia menggunakan tausyiah dan hadits untuk menggoda jiwa-jiwa kaum hawa yang lembut. Jadilah ia da’i buaya dunia maya (uppss… mikir pernah jadi buaya ndak ya?), ketika akhwat menantang ia langsung balik belakang, yahh,,, satu da’i telah menjadi banci, dengan tameng menanti restu sang murabbi – emang jodoh di tangan murabbi ? – jangan gilaaa,,, doonk!!!

Duhai jiwa yang lemah (termasuk yg nulis), bersabarlah… karena cinta takkan lari kemana, ia sudah tertulis di lauh mahfudz – bukan berarti kita lepas tangan – ia harus kita jemput dan kita raih, jangan jadikan cinta yang menggebu menjadi kegenitan yang dibungkus SMS tausyiah dan al hadits kepada lawan jenis.

Akhwat Hati-hati!!!

Ikhwan, Jangan rusak akhwat Doonk!!!

Kemenangan Hakiki, Memakmurkan Masjid

Kemenangan Hakiki, Memakmurkan Masjid
By: Sulthan Malik
(http://www.sulthanmalik.tk/)

Gemuruh takbir, tahmid dan tahlil membahana di seantero nusantara bahkan dunia. Takbir tanda kemenangan ummat manusia, ummat Islam pada khususnya, setelah satu bulan penuh berjuang melawan hawa nafsu dari yang membatalkan puasa hingga yang mengurangi pahala puasa. Menang! Kita Menang.

Tetapi, sudahkah manusia menyadari di mana letak kemenangan yang hakiki itu? Kita boleh saja mengklaim bahwa kita adalah pemenangnya, dan kita berhak ikut serta menikmati uforia semangat kemenangan dalam balutan perayaan Idul Fitri. Di dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman ;

“ Hai orang-orang yang berimana, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan oleh orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (QS. 2: 183)

Pada ayat tersebut Allah SWT menyeru kepada ummat manusia yang beriman, untuk dapat mendirikan puasa di bulan Ramadhan. Tentunya Allah SWT memiliki tujuan tertentu dengan adanya seruan untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Yaitu mendidik manusia agar peka terhadap lingkungan sosial dan individualnya.

Peka terhadap lingkungan sosial, di mana seorang hamba harus mempertanyakan kembali hubungannya terhadap sesama manusia – habbluminannas – pada saat itu yang kaya maupun yang miskin sama-sama merasakan kelaparan dan kehausan. Dalam hal individual, seorang hamba harus menyadari bahwa dia makhluk yang lemah, lagi hina dan penuh dosa.

Bulan Ramadhan adalah sebuah fasilitas yang Allah SWT berikan untuk hamba-Nya yang mengaku berimana untuk memperbaiki diri. Maka tentunya seorang hamba yang beriman akan selalu haus akan amal selama bulan Ramadhan, baginya puasa bukan ajang seremonial berpuasa semata, melainkan moment memperbaiki diri menuju insan rabbani lagi betakwa.

Tidak salah, pada bulan tersebut, kita akan menyaksikan ummat manusia yang sebelas bulan sebelumnya tidak mengenal Masjid, maka pada bulan tersebut jiwa mereka benar-benar tergerak untuk melaksanakan amaliyah-amaliyah wajib maupun sunnah. Posisi masjid benar-benar optimal, yaitu sentral kegiatan kaum muslimin di dunia. Namun, ketakwaan ini tidaklah bisa kita dapati dengan mudah, hanya dengan mengandalkan hadirnya bulan ramadhan semata.

Kita lihat pasca Ramadhan, Masjid kembali sepi tak bertuan, adzan bergema namun jama’ah tak ada. Di setiap lorong terdengar adzan bersahut-sahutan dengan indahnya memanggil manusia-manusia yang katanya telah mencapai kemenangan dengan mendapat derajat ketakwaan. Tetapi mereka lebih menuruti panggilan-panggila sinetron-sinetron bodoh, film-film yang menggambarkan kekerasan dan ketabuan. Adzan tinggallah adzan. Patutkah kita mengklaim bahwa kita telah bertakwa? Tidak malukah kita merayakan idul fitri? Demi Allah tidak patut, karena kemenangan hakiki ternyata bukan milik kita yang masih jauh dari Masjid.

Fungsi Masjid telah menjadi tempat seremonial belaka. Ia hanya ramai bila di dalamnya terdapat acara-acara seremonial, Maulid dan Isra’ Mi’raj yang tidak jelas hukumnya, yang masih terjadi perdebatan dikalangan ulama-ulama salaf maupun khalaf. Lagi-lagi ummat Islam hanya sekedar membebek dan bertaklid. Masjid tak ubahnya gereja bagi kaum Nashoro yang diisi hanya pada waktu-waktu tertentu, Misa Natal, Peringatan hari Paskah, Kebaktian Jum’at, Sabtu, dan Minggu.

Apa kita lupa pada sejarah emas ummat Islam, kita membangun kejayaan tersebut dengan keimanan dan ketakwaan yang membawa di dalam dada. Kita semangat tiada mengenal hari, selagi nafas masih berhembus, selagu telinga dapat mendengar, ketika kaki masih dapat melangkah, tiada tempat yang mereka datangi ketika panggilan suci itu bergema ke penjuru langit, maka masjidlah tempat mereka menghadap Tuhannya. Masih adakah manusia yang melakukan hal demikian. Dunia, benar-benar mereka anggap tempat akhir dari segalanya, mereka lupa dengan ayat ini;

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. 9:18)

Apakah langkah kaki kita masih ringan untuk memakmurkan masjid pasca ramadhan ini. Bila masih kita rasakan itu, maka nikmatilah kemenangan hakiki dalam idul fitri ini, namun bila berat dan bahkan enggan untuk memakmurkannya. Sungguh kita belum menang, dan kita tidak berhak merayakan kemenangan ini. Karena kita kalah, kita telah menjadi pecundang sejati di mata Allah SWT.

Ya Allah, masukkanlah kami kedalam golongan hamba-Mu yang mendapat petunjuk, pertemukan kembali kami dengan ramadhan-Mu berikutnya. Sunggu kami lemah, hawa nafsu telah menduduki singgasana hati yang seharusnya engkau duduki. Penulis bukan orang yang sempurna, melainkan sosok yang sedang merangkak untuk menuju hamba yang dikasihi-Nya. Allahu Akbar… Allahu Akbar…. Allahu Akbar Wa lillahilhamd.

Peradaban Bermula dari dalam Masjid, dengan itu Dunia akan diisi
oleh insan-insan yg bertakwa...

=====
Ooohhh... Idee,,, jangan pergi kemana-mana donk!!!
No Copyright@

Hak Cipta Dilindungi Allah SWT, Bila Ada Salah Kata Mohon Dimaafkan. Lagi Belajar sich ^_^
Diterima Cacian, Makian, Saran dan Kritik
Email: abu.aifah1@gmail.com
CP/Whatsapp :
0821-7816-9560

KPR Non Ribawi Jambi

 

.:: Inspirasi Bang Malik ::. Published @ 2014 by Bang Malik

Blogger Templates