Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2009

18+

Alhamdulillah berdasarkan hasil perhitungan kami berdua – aku dan kawanku – kita sudah melewati +/-18 hari menjadi sepasang suami istri yang insya Allah diridhoi dan dirahmati Allah SWT.

Ada banyak momen-momen yang telah kami lalui, dari kemesraan dan kemasaman. Hehe,, manis asem asin rame rasanya, githu deh yang kami lalui. Ummhh.. mo nulis apa ya perasaan liat dia enak bener nulis tentang kisah 18+ ini.

Setidaknya aku sudah tau watak temenku ini dari semenjak menjadi jundinya. Dia keras orangnya dan bisa dilihat dari pola pikirnya didalam khazanah keIslaman. Kalau orang sok moderat kayak rombongan anjing-anjing yahudi di Utan Kayu itu, pasti kawanku ini dituding Radikal en Ekstrim,,, gpp cinta, penilaian orang gak bikin kita mati kok ;).

Ahhh, aku gak jadi nulis 18+ lah, karena sudah terwakili oleh tulisan beliau, sekarang mo cerita aja tentang awal kisah dari pertama ketemu dia hingga dapat menjalani hari2 sebagai suami istri sampai tulisan ini diterbitkan.

Syarifah Lestari yang kukenal ini awalnya dari sebuah tulisan di Majalah Sabili. Aku tertegun dan sangat tersentuh sekali dengan tulisannya berjudul “nge-take bukan khitbah”. Lupa gmn aslinya tulisan itu, karena klo gak salah sekitar tahun 2007 lah. Dihadapan temanku yang bernama Andhika Arnoldy –mungkin dia lupa aku pernah bilang ini- “akh, penulisnya orang jambi, akhwat kayaknyo, klo ketemu ane khitbah ahh”. Ujarku bercanda., Aku sendiri lupa jawaban dia apa waktu itu.

Selang 2 tahun, akhirnya aku bertemu dengan penulis yang ada di majalah tersebut, dan jujur aku sudah lupa dengan nama penulis di majalah tersebut. Sehingga suatu hari, aku ingin buat acara Bedah Buku KCB “Ketika Cinta Bertasbih”. Alhamdulillah ada akhwat ngasih nomor orang FLP.
“Assalamu’alaykum afwan ini kak tari ya”
“wa’alaykumsalam…bla.bla.bla…
Wkakaka… lucu deh klo inget awal aku bicara ma beliau, gak bakal kepikiran dia akan ada disampingku dan menemani hari2 indahku, berjuang berdua untuk dakwah ilallah.

Setelah berapa lama dari sana, aku gabung dengan komunitas beliau, karena aku mo jadi penulis. Akhirnya aku diterima dan lulus dengan tulisan ala kadarnya dan terkadang bila sang pembaca mendeskribsikan tulisanku. Terlihatlah gambaran seorang Malik menghunuskan pedang. Apalagi klo tulisan dah nyingung ikhwan bermental anjing tak bertanggung jawab karena telah menggoda akhwat. Husshh,,, tuhkan bener kata beliau, aku suka ngamuk klo inget ini.

Setelah 3 bulan bergabung dengan komunitasnya, baru aku sadar, ternyata ini penulis yang aku bilang di atas. Weehhhh,,, kayaknya gak lawan aku nih. Siapa sich dia. Biar aku rajin tahajud, tilawah dan puasa, kayaknya gak bakal deh bias nyamain dia. Gak bisa Cuma modal BISMILLAH, Menikah!!! Seperti di buku2 yang aku baca.

Sehingga suatu malam, ketika aku sedang bersendu rayu dengan Kekasihku, Penguasa alam. Rabb-ku dan Rabb-mu (para pembaca). Aku minta jawaban dari-Nya, mengevaluasi rasaku, mempertanyakan apakah yang kurasakan adalah cinta, dll. Di tengah do’a ponsel ku bergetar, satu SMS dari Abahku (bokap) yang sedang khuruj 40 hari di Thailand. Lagi-lagi beliau mempertanyakan apakah aku sudah memiliki rasa yang kuat terhadap perempuan. Jujur setelah aku balas SMS itu dia meminta aku untuk menikahi sang gadis itu. Dan dengan mengucap hamdalah aku yakin ini jawaban Allah. Subhanallah, cintailah Allah, maka Allah mencintaimu.

Dan dengan tekad serta keyakinan karena Allah, aku mendatangi rumah beliau dengan orang tuaku, setelah meminta izin pada MR. aku tak percaya proposal, karena menjelang proposal turun, ikhwan sudah banyak yang menggoda akhwat. Aku bisa menjadi saksi, bukan hanya satu yang aku tangkap tapi dua, tiga bahkan lebih. Semoga Allah membuka hati para ikhwan ini, dan melindung para akhwat agar iffah-nya tak tergadaikan, dan tak lupa pula agar aku diberi kekuatan tuk istiqomah oleh Rabb semesta alam. Aamiin..

Ni haa blog kawan kamarku

Sabtu, 03 Oktober 2009

Da'i atau Hakim?

Malam ini, seharusnya bukan tulisan ini yg kuposting, aku mau nyelesein sebuah tulisan tentang mahasiswa. Tetapi ada sebuah berita yang serasa disambar petir aku mendengarnya.


Dari dulu, aku selalu tidak masalah bila sebuah isu buruk hanya menimpa diriku pribadi, tidak menimpa saudaraku yang lain – dalam artian mereka kecipratan –, contoh ; “ ehh, akh malik dengan ukh fulanah kyknya pacaran lho”, kalo Cuma namaku yang disebut aku terima, biar Allah yang balas, tapi kalau menimpa fihak lain, maka secara tidak sadar aku mengutuk mereka dan mengutuk diriku sendiri.


Dulu ada SMS seperti ini dari seorang muslimah, dia masih baru, pun aku begitu. “Masih di kampung, knp, abi kangen ya?” aku tau dia bercanda, dan aku jg tidak pernah terfikir dia bakal seperti itu. Tapi sebagai laki2 aku menganggap dia masih baru, dan kami memang akrab sebelum gabung di tarbiyah, jadi “wajar”. (skrg sdh nggak lagi).


Kemudian, ada sebuah SMS dari seorang muslimah yang kalimat terakhir berbunyi sperti ini “…. Kalau diantara kita masih ada hijab, ajak aku segera mengangkatnya…”. Teman2 ku ikhwan yang lain baca, dan itu ngefek sama mereka. Padahal ujungnya MOHON MAAF LAHIR dan BATHIN. Karena tidak mau dia terkena fitnah, aku langsung klarifikasi. Biarlah aku yg terkesan ke GR-an dari pada muslimah itu dipikir yg tidak2. silakan su’dzhon kpdku, tapi jgn kpd muslimah2 yg lemah hatinya. Kita bukan orang suci, tapi kita orang2 yg sedang berjuang memperbaiki diri.


Siang-malam aku berjuang, mengevaluasi diri dan niat suci, menjaga hati agar tidak terkotori oleh kemauan2 yang dipengaruhi oleh bisikan syetan. Berat, sungguh berat. Kalaulah sajadah bisa bicara, dia akan mengatakan “aku bosan melihat engkau selalu menangis, kenikmatan dari Allah mana yang belum engkau dapatkan hingga engkau selalu bersedih?” lalu, kalaulah tubuh ini bukan ciptaan Allah, tentunya jumlah air dalam tubuhku akan habis. Rabb, lembutkanlah selalu hatiku. Jadikan aku sebagai hamba-Mu yang penyayang.


Sekarang, banyak Da’i telah menjadi Hakim, bercerita pengalaman seakan merekalah orang2 suci. Mereka bisa bicara karena tidak mengalami. Apakah mereka lupa dengan KEHENDAK ALLAH, kita berencana, Allah yang mengaturnya. Kapan baik dan bagaimana baiknya. Allah mencoba sebesar apa perjuangan kita sesungguhnya. Demi Allah, tidak pernah terlintas dalam kepalaku men-take seorang muslimah yang harga dirinya adalah tanggung jawab setiap Muslim.


“masih ingat pada zaman sahabat, ketika seorang pedagang Yahudi menyentuh seorang muslimah, tidak tanggung2, seorang muslim yang melihat itu langsung menghunuskan pedang, dan memenggal tangan sang Yahudi binatang laknatullah itu”


Ya Allah, aku bertanya. Hadiah apa yang sedang Engkau persiapkan untukku. Izinkan aku untuk terus menata diri, menuju insan yang kau inginkan. Aku ingin membangun keluarga syurga. Niat ini sampai ajal menjemput hanya engkau yang tau.


Wahai hakim yang bertopeng da’i, aku ingin mengucapkan kepada kalian; “SELAMAT MENIKMATI DAGING BANGKAI SAUDARA KALIAN SENDIRI”. Kita sama evaluasi diri, ulah kalian ada berapa da’i muda yang bermental banci?? Silakan lukai aku, jangan lukai yang lain.

Jumat, 02 Oktober 2009

Gempa

Cmz… dari kawan2 forum Nusantara masuk ke Hp dan YM-ku. Nanyain keadaanku pasca gempa. Alhamdulillah baek2 aza, . Tak ketinggalan abangku tersayang yang di Depok (bukan yg di Padang!) nanyain kabar adiknya yang sholeh ini (Aamiin).

Entah musibah apalagi yang mau Allah kasih ke negeri ini. Pemimpin yang dzolim, berpesta pora menghabiskan dana hingga 11 miliar rupiah. Tidak tau mereka banyak anak2 yang terkena busung lapar. Dasar bangsat semua!!! Itu yg namanya partai dakwah ternyata nggak bisa berbuat apa2, ya wajarlah sudah masuk dalam system thogut. Gimana mau ngelawan. Tapi gpp-lah aku terus dukung, karena mereka tetap yang terbaik dari yang terburuk – menurutku – ,Aamiin.

Nulis blog ini juga mau ngingetin SBY, Cuma heran ajha, tiap awal dia mimpin ini negeri selalu di awali dengan bencana. Dulu 3 hari jadi presiden, ketika konvoi dia lewat terjadi tabrakan beruntun di pintu Tol mana aku lupa. Kemudia dilanjutkan dengan Tsunami di NAD, lalu periode kedua ini dia disambut dengan gempa di wilayah Sumatera Barat dan Kerinci (Jambi).

Apakah ini Cobaan atau KARMA si SBY ya? klo emang KARMA mending nge-Plurk yuk Pak!!

“Pocong”

Siapapun nggak akan percaya dengan peristiwa DODOL yang kualami ini, aku sendiri sulit sekali menerimanya, Aneh!!!. Ni cerita malam jum’at kemarin. I’tikaf di Masjid depan Apartemenku sendirian. Dari ba’da isya sehabis ngelepas semua pikiran ke dalam plurk. Aku ngelanjutin tilawah, dan bermanja-manjaan dengan-Nya, setelah mata ini perih, pegal entah berapa galon yang sudah tertumpah, dengan sendirinya aku terlelap dalam keadaan duduk. Around 15 menitan aku bangun, ambil wudhu’ lagi, baru tidur beneran, sekitar setengah satu malam.

Trus kaitannya ama “POCONG” apaan. Nah, sebelum tidur aku minta dibangunan sama Yayang, eh dibangunin githu. Pada saat aku bangun, aku mendadak keheranan, di sekitarku ada 2 pocong sedang terbaring di dalam Masjid ( dijamin nggak percaya ). Entahlah halusinasi atau tidak, yang jelas aku memejamkan mata sembari menggelengkan kepala, ketika membuka mata kembali, tinggal satu sosok, dan itu di dekat mimbar masjid. Huaahhh… asli nggak jadi bangun. Aku merem lagi. Bangun2 sudah adzan shubuh.

Yang nggak percaya silakan, nggak apa2, aku juga jadi gila klo ngingetnya. Jadi inget peristiwa dua tahun yang lalu, waktu masih tinggal sama nyokap. Jam setengah 2 malem aku bangun, mandi dan berangkat ke Masjid deket rumah di lorong Arizona, daerah Mayang tempat tinggalku. Niat mau sholat tahajud dan minta apa yang mau aku pinta – banyak minta dari pada nyembah!!! – perlahan pintu masjid kubuka, angin malam terasa menusuk hingga ke tulang sumsumku, tirai putih (kain hijab) berayun-ayun, tapi aku cuek.

Sholat Sunnah Wudhu, Sholat Tahiyatul Masjid, dan kemudian kusambung sholat tahajud. Aku merasa khusyu’, aku merasa Dia hadir, karena dada dan darahku semakin lama semakin terasa deras gemuruhnya – yang beriman pasti pernah merasakannya –, singkat cerita, pada saat tahiyat akhir, aku ngerasa bulu romaku berdiri, dan ketika aku mengucapkan salam pertama, sekonyong-konyong, di belakangku aku mendengar suara “ Allahu Akbar”, suara itu jernih sekali, aku lihat nggak ada orang, mau tau kejadiaan berikutnya apa? Aku pulang ke rumah, do’a aku sambung di rumah, jujur aku jadi gemetaran. Sedangkan malam jum’at kemarin entahlah apa maksud seonggok kain putih itu terbujur dekat mimbar.

Ya Allah, bila mau ambil aku, segerakan ya Allah, lemparkan kemana hendak Engkau lemparkan aku. Dari pada aku harus menjadi noda dalam kehidupan orang lain di dunia ini. Bismillah, aku siap!!! Allahu Akbar... yang kuharap jangan matikan aku dalam keadaan su’ul khotimah. Engkau menjadi saksi abadi, bagaimana beratnya perjuanganku menjaga hati, agar Engkau tetap menjadi penghuni tunggal singgasana hatiku.


====
PS: aku tidak melihat wajah “pocong” (hanya kain bundelan, tapi seperti ada isinya) itu, karena penglihatan pertama, yang satu menghadap ke langit2 masjid, dan yang satu membelakangiku. Penglihatan kedua, posisinya menghadap kelangit2 masjid dan di dekat mimbar. Huaah... jujur pembaca, aku bisa jadi gila ngingetnya... aku paling nggak percaya yang beginian. Pertanda apa ini semua?? dooohhh Gustiii.....

Minggu, 27 September 2009

(Diary) Hari Ini "Malam Mingguan"

Abis tilawah ba’da maghrib, aku langsung buka-bukaan. Bukan baju, kain sarung, dan buka semua yang perlu dibuka. Rencana menurut schedule-ku, aku akan silaturahim ke rumah murid les privatku di daerah pasar Kota Jambi.

Seperti biasa dengan gaya yang paling maksimal, celana dasar item, baju lengan panjang FLP, sendal jepit – bayangin aja, gaya kyk githu dibilang maksimal – . Meluncurlah aku bersama Si Momo, motor kesayanganku yang klo dibawa ngebut serasa pengen terbang, Stang-nya dah mulai goyang, karena jatuh tiga kali – dihukum Allah gara2 dulu itu mengharap sang bidadari menampakkan sosoknya dari balik awan – padahal kan belum pantes ya? Bidadari terooooss otak gue...

Habis dari rumah ntu wali murid, lewat Jembatan Makalam aku meluncur menuju daerah Kebun Kelapa – masih daerah pasar Kota Jambi – kiri kanan jembatan yang indah itu – klo malem – kulihat puluhan pasangan muda-mudi sedang bermesraan dibawah remangnya lampu jalan – duuhh ibu2, bapak2, tega amat sich ngelepasin anak gadis kalian, nggak tau apa, mereka selalu mendapat pelecehan dari si cowok depan umum, eh tapi dasar ceweknya aja yang goblok, perlakuan kayak githu dibilang sayang - .

Sekitar 5 menit sampailah aku di Kebun Kelapa, tapi keburu adzan Isya. So, aku ngejer sholat dulu. Busyyyeeett dahh... ini masjid di tepi jalan, para syetang yang memilik kendaraan bener2 nggak punya otak. Gas mesin seakan-akan sengaja dikeraskan, sehingga makmum-pun tidak dapat mendengar apa yang diucapkan si Imam. Huuhh... susah memang. Dunia.... duniaa... pesonamu membutakan semua... semoga aku tidak terbawa ya Allah... Aamiin..

***

“Lah,,, dengan siapo, Mad?” tanya Mak Uwo-ku (an eleder sister – in – law of my stepfather).
“Dewean be Mak Uwo, Ummi belum balek dari Bungo!” jawabku
“Waaiii... adik lanang dah lamo dak ketemu, kemano be?” tanya seorang perempuan, ponakan Mak Uwo, anak dari One – kakak perempuan Mak Uwo – (One: aku dak tau artinyo, bukan org padang sich, bokap doank).

Yahh,, banyaklah yang aku omong. Abis sungkeman ma mereka. Aku masuk ke rumah Mak Uwoku ini, beliau adalah seorang janda dari Pak Dang-ku – My Stepfather’s elder brother -. Mereka punya satu anak gadis, sudah kerja, kelahiran 1989. Yah, dia sepupu tiriku memang. Tapi wasiat dari Pak Dang tak mungkin aku elakkan, dia ingin aku jaga adik sepupu tiriku ini.
Tapi, saat aku kesana dia tidak ada di rumah. Kata Mak Uwo dia pergi sama cowoknya, maklum malam mingguan. Haiizz... mukaku lansung merah, karena waktu menuju ke rumah ini, aku ngeliat gimana cewek2 terperdaya sedang dilecehkansI depan umum oleh cowok yang katanya mencintai mereka. Tanpa fikir panjang aku telepon sepupu tiriku ini.

“Dek, dimano sekarang”
“lagi di jalan bang, abang apo kabar?”
“Baeklah, abang sekarang di rumah.” Dia rada terkejut dan kebingungan.
“Adek, nak kemano, samo siapo?” tanyaku lagi.
“ nak lebaranan bang, samo kawan.” Jawabnya
“Cowok yang maren kan? Balek Jam berapo, abang tunggu!”
“Mungkin Jam 9 malam, bang.” Jawabnya

Sembari menunggu, aku rada boring. Liat tipi nggak ada yang beres acaranya. Akhirnya aku telepon temenku yang jauh disana (sebenernya emang kangen). Dia tidak tau selama satu jam lebih aku telepon, aku begitu gelisah, naik turun tangga, mikirin adik sepupuan walau tiri, masih di luaran.

Jam sepuluh seperempat dia pulang. Langsung ngelendot ndak jelas, meraih tangan aku dan menempelkannya di pipinya. Dan langsung nanya “Ayuk kok ndak dibawa”. Males nanggepinnya, langsung aja aku ngomel2 dikit. Tapi aku percaya dia nggak ngapa2in. Cuma pesen aku, klo gentel tu cowok, LAMAR ato klo masih mau pacaran, JANGAN BAWA ADEK GUE ke luar rumah. Aku nggak pernah percaya sama yang namanya COWOK. Kalo pada PRIA aku baru percaya!!

======

Sepupu Tiri adalah Non Mahram... aku trauma, dulu awal masuk tarbiyah, dan manhaj ini aku implementasikan, di salah satu keluarga angkat aku di pandang Ghorib – aneh, karena aku nggak mau salaman dengan yang perempuan, kecuali pada nenek – ... Ya Allah, aku lemah, beri aku dan seluruh keluargaku hidayah yang paripurna... Aamiin..

KKN, IAIN STS Jambi

“assalamu’alaykum...” suara dari luar apartemenku, tak kujawab, karena saat itu aku sedang sholat dhuha en rencana mau ngapalin beberapa surat dalam Al Qur’an yang mana aku interest untuk ngapalinnya – sama ayat kok pilih2 – gak gitu kalee...

Suara terus bergema, akhirnya aku keraskan suara takbiratul ihram ku, namun bukannya diem itu orang, pintu malah dibuka, munculah sepasang makhluk hidup berjenis kelamin lanang dan betino, ni orang jambi klo nyebut jenis kelamin manusia.

Jujur saja, sholatku jadi rada terganggu, apalagi itu raka’at pertama. Di luar sudah ada orang yang nunguin aku. Yaaahh mereka itu temen satu kelompok PPL yang bersama bule’ Australia ntu. Akhirnya surat Al Kahfi Cuma aku baca 5 ayat dan seperti pada umumnya, raka’at kedua surat dhuha’.

“Masuklah woi...!!!” ujarku dari dalem.
“Tugas kito sudah lik?? Tanya mereka, cocok banget dah...
“Belum, dak tersetruktur nian, kito banyak ngancok colok (lancang, motong pembicaraan orang), si bule’ belum selesai ngomong, kito lah motong dak jelas. Pening aku... masih dikit lagi belum kelar.” Kataku
“Ya, udahlah, kito selesein di posko kami be, yo”
“Bang, boleh masuk dak” suara seorang wanita yang berdiri di depan pintu.
“Daaak!!” kataku, emang aku rada gila dengan cewek. Gak ade lembut2nya. Ada yang bilang kasarlah, kurang pekalah, dan predikat jelek lainnya. Bodo’ amat, males ngambil muka. Karena bagi aku cowok yg banyak ngambil muka depan cewek itu, cowok nggak beres kebanyakan. Manis di depan, Pahit di Belakang. PENGALAMAN!!!. Nggak tau mereka Malik sebenernya “Tampang Reman, hati Roman. Klo sudah sensi, gak nahhaaann!”

Akhirnya sudah kupindah semua data di komputer ke USB-nya. Aku ada inisiatif, mau ikut ke posko mereka. Nggak ada kerjaan di kamar, baca2 buku tentang pernikahan, yang ada bikin aku kangen mulu menanti kehadiran sang bidadari itu.

Sekitar 20 menitan aku bareng temenku ke tempat posko KKN (Kuliah Kerja Nyata) ato Kukerta. Diiihh,,, disebuah kabupaten perbatasan Kota Jambi. Aku langsung jatuh cinta ama ini desa – Desa Dusun Tuo, klo ndak salah – sejuk niaan... posko mereka adalah rumah panggung yang asri, dikelilingi pohon kelapa, pokoknya bikin iri. Dan masuklah aku ke dalam posko mereka ini.

“Waaahh,,, Abang Maliiiiikkk.” Teriak segerombolan wanita yang di dapur setelah melihat kehadiranku. Sok histeris deh – semoga kalian baca ini :p – ada yang ngiris bawang, ngulek cabe, goreng kentang, tahu, dan tempe.

Semua menjulurkan tangan, aku Cuma bisa ngasih kode bertapa aja. Alias nggak mau salaman ma beda jenis, imanku lemah!!! Yaahh cukup lama ngobrol ma mereka, salah satunya ini;
“bang, KKN di mano?” ujar salah satu mahasiswi satu fakultas denganku
“di simpang kawat.” Jawabku pendek
“Haahh... emang biso KKN di Kota?” tanyanya polos, dasar dodol, yang gak bisa donk non!.
“Bisolah, Kuliah Kerja Nikah,,, huahahahaha.” Pecahlah gelak tawa dalam ruangan itu.
“Haiizzz,,, abang nich dari dulu lah, yang diomongi nikah terus, ntah kapan2 undangan tu datang.” Protes seorang cewek yang laen
“Lah, itu motivasi buat klian be, dari pada jalan beduoan dak jelas, pacaran tigo tahun, kamu dah kemano be tu? Pulsa lah habis berapo, Cubo tabung, ado juga ongkos untuk nikah.” Aku mulai rada sarap, nasehatin orang pintar, modal buat nikah aja masih keteteran. Dasar CINTA!!!.

Ternyata bukan ikhwan saja, klo abis godain akhwat dengan SMS tausyiahnya, mereka lari balik kanan ketika akhwat menantang dia tuk melamar. Ustadzpun ada yang demikian, ada MT-nya yang mau nikah, ehh dia malah pulang kampung – balik kanan, karena nggak pengalaman, otaknya sesak bin penuh dengan kalimat2 teoritis semu, aku yang rencana nikah jadi terlantar, nggak ada aku takutkan selain kemurkaan Allah – . Rasanya nggak terima aku dititipi ke dia. MR-ku yang asli lagi doktoral, mudah2an tahun depan dah selese.

Kembali ke Laptop, tadi pagi ntu, yang aku sayangkan Cuma satu. Mereka satu posko Mahasiswa dan Mahasiswi satu rumah. Si mahasiswa bolak-balik pakek handuk doank lewat depan Mahasiswi yang masak biasa2 aja, pun demikian mahasiswinya. Aku jadi salting sendiri, mau protes bukan hak aku.

Yang jelas besok, aku mau dapat tempat Kukerta. Dimana dalam satu Minggu, aku bisa berjumpa dengan bidadariku (bila Allah dah ngasih). Coz aku orangnya kangenan. Apalagi sempet dapet yang sosoknya emang ngangenin... wahhh hancooorr... istighfar woi... ikhwan bocor juga lu!!!
Ni diary gue... internet sudah menjadi kamar pribadiku... gak mau MUNAFIK!!!

Selasa, 04 Agustus 2009

Sebua Cerita

Kecewa



Tadi siang (August 4th 2009) Dauroh Tutor, telat sich aku datangny, karena aku bukan panitia atau apapun. Hanya sekedar pemilik label “kader lama” yang mungkin kafaáh syar’iyah-nya tidak sebaik kader-kader baru yang mengikuti Dauroh Tutor itu.
Setelah alot diskusi tentang PPL, tepat pkl 11 siang aku hadir pada acara Dauroh Tutor, kulihat di bawah pohon diatas rumput disekitar ruangan tempat acara, berkumpullah beberapa halaqoh, ternyata mereka sedang Micro Teaching, alias latihan jadi tutor ngisi halaqoh.

Di ruangan acara aku jumpai, akh Rais dan akh Heri, dan boleh dibilang saudaraku yang masih berlabel “Kader Baru” tapi untuk kafa’ah syar’iyah-nya aku menilai sudah mumpuni en layak jadi seorang tutor dan mungkin beberapa bulan kedepan bisa mengikuti Dauroh Murabbi dengan tema “Menjadi Murabbi Sejati”,, Allahu Akbar!!.
Aku baru ngeh ketika, sudah memakan agak 4 kue (wkekeke,,, jatah akhwat-pun kuembat satu, tapi ijin ma ikhwan,, hohoho,, dasar KTM ,,, KaTe’Malu!), ceritanya saudaraku yang berstatus “Kader Baru” ini disuruh keluar oleh Komdis, walaupun panitia dia tetap “Kader Baru” yang harus mengikuti materi dan acara secara full. Apa yang kulihat? Dengan wajah murung dia ngelangkah keluar… hmm… what happen my bro? dalam hatiku bertanya.

=======

Ba’da Isya tadi (August 4th 2009), aku langsung manggil dia bertanya apa yang menyebabkan dia murung, kembali kulihat matanya menyayu (sayu)
“kenapa akh tadi siang murung waktu disuruh keluar? Cerita ke ana” ujarku bukan mau sok pahlawan, aku takut nanti ditengah kekecewaannya dia menjadi futur. Karena sudah berapa kali dia mengungkapkan kekecewaannya padaku. Aku teringat dulu, dia curhat seperti ini

“ana kecewa k’sama departemen **d**, ana jauh-jauh dari *** kesini buat nanyain jumlah pengurus aktif dan tidak aktif di departemen kakak untuk evaluasi pengurus LDK, ini masak akh ********** (sengaja kubikin panjang biar nggak ketebak), yang serumah dengan akh ******* nggak sempat nanya dan ngasih tau, kan aneh?.

“mungkin lupa.”jawabku

“Mustahil lupa, wong yang ngingetin ana untuk nanya ke kakak aja dia”

Ceritanya dia lagi magang di salah satu departemen yang ada di sebuah organisasi intra kampus. Memang saat itu panas2 dia datang ke “apartemen”ku Cuma buat nanyain itu doank. Subhanallah, dia jalan kakiiiii,, panasss pulak, tau sendiri Telanai Pura gimana, tapi ini yang serumah malah gimana githuuu… tapi aku nggak kasih komen banyak setelah dia bilang semuanya, aku Cuma bilang seperti ini “Sudahlah akh, jangan hanya gara2 satu orang nanti kita jadi futur, hati2 lho kalau kita capek, kecewa, nah syetan rawan masuk, bisa saja kita futur. Hati2?

Itu masalah beberapa waktu yang lalu, sekarang aku mau nyambung cerita yang pertama tadi, tentang dia yang murung pada waktu acara.

“gini kak, ana pagi2 nian sudah nyusun semuanya sampai masang Spanduk sendirian, tapi tiba2 pagi itu ana ditelpon sama akh **********, katanya tempat pindah ke Fakultas Adab, akhirnya ana jawab, kalau nak pindah, pidahlah. Trus ana matiin Hp. Padahal waktu rapat katanya mereka Tsiqoh aja pada seksi perlengkapan”

Duhai, akhi dan ukhty kita boleh-lah berhijab bahkan diutamakan, tapi jangan sampai hijab kita membuat kita tidak bisa berkoordinasi dengan baik. Bila kita bekerja karena Allah SWT, insya Allah kerjaan kita sempurna, dan tentunya niat kita tak akan terpesong. Dan tanpa rasa bersalah kita Cuma bisa SMS or bilang A.F.W.A.N kasian kan si AFWAN selalu dikambing hitamkan…. Hehe garingkkk :D

Saudara kita yang berlabel “Kader Baru” ini sampai2 menginap di “apartemen”ku, karena deket kampus, lalu ditengah malam dalam keadaan mati lampu dia menyusun bangku-bangku diruangan tempat acara kita itu berlangsung, tanpa sepengetahuanku. Aku baru tau ketika kutanya dia dari mana. Subhanallah, aku sebagai orang yang katanya berlabel “Kader Lama” pengen banget buang muka ini ke comberan.

Tapi apa?? Kalian sama sekali tidak menghargai dia secara tidak langsung. Malah balik menyela dia “marah tidak menyelesaikan masalah”, yaaahh,, emang benar statement itu, tapi ingat dia hanyalah manusia biasa, masih muda yang memiliki semangat yang begitu membara untuk dakwah ini. Tolong jangan patahkan semangat dia untuk terus berada di jalan dakwah ini.
Demi Allah, Demi Dzat yang nyawa ini ada digenggaman-Nya… Ana mencintai kalian semua.

Mujahidahku


Tulisan ini adalah untuk memuji para mujahidah kampusku yang menurutku tidak seperti dulu lagi, teriak ke ikhwan kalau akhwat punya agenda or amanah yang "mentok". Tenang.... ikhwan lain or ana sendiri faham kok dimana dan kapan saatnya akhwat memang bener2 membutuhkan tenaga ikhwan.

Semuanya tergantung niat, sebagaimana tertuang dalam kitab hadits arba’in nomor 1, Rasulullah SAW bersabda: Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Ummar bin Khattab r.a, he said: “Actions are but by intention…” selama ana gabung LDK baru kali ini ana melihat akhwat menghendel segala persiapan dan perlengkapan acara-nya sendiri (MLT III - Dept. Keputrian). Subhanallah, bisa kan ukh? Ternyata kalian bisa. Ana salut, cuma tasbih yang keluar dari bibir ini.

Maafkan ana bila menurut antunna topic ini tidak syar’i. terserah, karena ana memang tidak suka lembut-lembut, bermanis muka, tetapi hati jahat. Ana terima dianggap apa aja. Yang jelas ana ingin antunna semua memang bermental baja. No Ikhwan No Mentok!!!.

Kalian bisa, so mulai saat ini harus mikir dulu kalau minta bantuan ikhwan, jangan manjakan diri kalian!!! Karena kalian bisa !! Maafkan kesalahan ana. Mungkin kecetekan ilmu yang ana miliki, maka cara seperti ini-lah yang ana anggap baik. Ana uhibbukum fillah wa lillah.

Kamis, 09 Juli 2009

Nikmat Allah

Alhamdulillah

Tadi pagi setelah dhuha berangkat menuju Yayasan tempat aku melamar kerja jadi guru, lokasi yang lumayan jauh, terus terang baru kali ini semenjak bertahun-tahun tinggal di Jambi aku pergi jauh2.

Sampai disana aku harus menunggu Pembina Yayasan pulang dari rapat dirumah ketua yayasan, aneh yang punya kok malah rapat dirumah bawahan, githu bathinku sederhana. Kulihat para majelis guru sibuk merapikan semua ruangan. Agak lama menunggu sendiri, dtglah salah seorang guru yg masih muda mendekatiku

“dari mana dek? ,, diihh dipannggil adek

“dari mayang, Pak!”

“ada perlu apa dgn Pembina yayasan?”

“kemarin senin-selasa saya tidak bias ikut test Technical Meeting, jadi beliau beri saya dispensasi untuk hadir hari ini. Dan bebas ngasih waktu kapan aja dtgnya asal jgn lewat jam 12”

“Kuliah atw sarjana?”

“Masih kuliah!”

“Dimana?”

“IAIN”

“Jurusan?”

“Sastra Inggris”

“Semester berapa?”

“Enam!”

“sama saya juga alumni IAIN sudah sarjana, jurusan PAI. Kemarin ada 2 sarjana yang tidak lulus test disini, oiya Yayasan Unggul Sakti itu nyari tenaga pengajar juga lho” nggak tau alasan dia ngomong githu, mau bikin aku jiper apa yak.

Aku sich nyantai aja, pengalaman ngajar sich sudah biasa, waktu sebelum kuliah jadi guru honor daerah di Kabupaten Tebo, trus waktu semester 4 jadi asdos (asisten dosen) mata kuliah morphology. Saat itu mungkin nilai tertinggi yang pernah kudapat 95 alias A+. Cuma skrg aku pengen belajar kayak Bang Ian, bias ngisi acara jadi MC yang kreatif dan atraktif. Duuh kapan yaaa??? laahh apa kaitannya??

1 jam kemudian

Pembina yayasan pulang dari rapat. Dia nyuruh aku masuk ke ruangannya. Kontan dia bicara

“saya melihat anda hati saya ngerasa sudah seperti kenal lama”

Wew, bathinku apa maksud bapak ini ya, padahal aku sebenernya rada gemetar juga, karena denger cerita 2 sarjana nggak lulus test. Aku baru inget waktu test wawancara kita emang ngobrol ngalor ngidul tapi bermanfaat, poko’e aku bikin nyambung setiap percakapan kami.

Hari itu setelah masuk keruangannya dan disuruh duduk, dia bilang;

“ya, langsung saja pak Malik, saya terima anda langung tidak perlu test lagi, karena hati saya yakin sama anda”

“Subhanallah, maksud bapak gimana ya?” tanyaku yg heran kok beliau langsung bicara seperti itu.

“saya juga tidak tahu, yang jelas saya yakin dan percaya dgn anda. Saya hanya butuh komitmen anda dan anda harus membayar kepercayaan saya” ujarnya santai dgn senyum yg terus menghiasi bibirnya.

“oiya, besok hari sabtu pkul 8 pagi, anda saya undang ikut rapat komite sekolah!” tambahnya. Makin kagetlah aku waktu itu.

“Insya Allah pak!” jawabku. Langsung pamit setelah bersalaman dibarengi ucapan “Semoga kerja sama kita berjalan lancer” … “aamiin” jawabku..

Ya Allah, semoga berkah kerjaan ini. Terima kasih ya Rabb. Cinta-Mu tak pernah habis untukku, hanya terkadang aku yg selalu mencintai-Mu setengah hati. Tapi percayalah di hati ini hanya ada Engkau. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Senin, 06 Juli 2009

Akhirnya Rusak Juga

Tas, yang kemana-mana selalu kubawa sudah hampir 4 tahun ngelendot di bahuku, tak ada angin tak ada hujan, akhirnya rusak juga, tas itu adalah pemberian dari seseorang yang dulu bilangnya SAYANG, tapi diajak nikah (dulu rejeki ngelimpah byk dah) nggak mau, alasan nggak masuk akal. uPpss,,, jgn diingat lagi Lik.

Aku masih nyimpen suratnya dengan tinta berwarna PINK, hadooohh sarap ni aku. Tapi suer nggak ngefek lagi klo baca itu, yang ada aku senyam-senyum, kok bisa-bisanya bego githu. “Sir, bentar lagi kan kuliah, ini tas aku beli pakek uangku sendiri lho, oiya didalam Ta situ ada PIN dgn nama aku, sudah lama banget lho, di Jaga ya Sir!” githu lah kalimat terakhir yg dia tulis.

PIN itupun sampe sekarang masih tersemat di tas itu, nggak aku sentuh sama sekali,,, maksudnya nggak pernah dicabut gethooo… hmmm,,, apa hati aku sudah mati yaaa buat kaum Hawa? Nggak tau lah,,, kalo kata ikhwah yang ngeliat PIN itu, pernah nanya “ente ndak pernah terbayang yo akh”,,, boong klo gue nggak ingat dia, pasti ingatlah.... sudah nolak niat suci gue. Akhirnya rejeki yang Allah kasih aku hambur-hamburkan nggak jelas,,, duuuhh gustiii.. maafin abiy ya ummi, ternyata ada orang yang pernah nyusup ke hati abiy sebelum ummi.

Sabtu, 04 Juli 2009

Sekuteng & Keripik Ubi

ni malam ba'da ngisi Liqo', aku nganterin MT (adik pengajian) balik ke Nusa Indah,,, tempat kos dia... dalam keadaan laper sepanjang jalan mikir mau makan apa, yang bikin kenyang tapi nggak bikin berat badanku nambah... lumayan masuk kedalam lorong rumahnya,, lewat depan rumah pribadi bapak Walikota Jambi yang dijaga ketat, gila ampe 4 satpam... terpaksa kaca helm tak turunin... tampang kriminil nich ^_^

waktu mau masuk ke Lorong rumah MT ku, aku ngeliat minuman plus-plus alias sekuteng sejenis bandrek.... Susu Jahe githu dicampur Roti, kacang ijo, trus butiran2 kecil dari sagu, kacang tanah (tapi aku nggak makek), sekuteng Jambi beda sama tempat asalnya... dari 4 menu yang ada jadi 5 menu, yaitu ditambah Beluluk, tau Beluluk? itu noh buah Enou, nggak tau juga,,, naik angkot terus turun di WTC Batanghari, masuk kedalam trus kebelakang, kan ada sungai tuh.... dah tinggal Terjun aja... klo nggak tau beluluk,,, hihi

akhirnya aku nongkrong di Apotek Nusa Indah, ambil gorengan 6 biji dan trus mesen sekuteng segelas gede, nggak pakek kacang tanah en GAK PAKEK LAMA!!! githu pesen aku ke si abang penjual. sambil makan gorengan pas tinggal satu baru aku tawarin dia,,, huahahaha... mending nggak usah, lagian dia mendekat pas gorengan tinggal atu, karena demi membuktikan diri sebagai orang Indonesia, aku kudu basa basi. sebagai bukti Nasionalisme.... hihihi... Indonesia kan banyak basa basinya... huss dah ahh...

Si abang berdiri, karena ada yang manggil mesen sekuteng... gorengan habis aku tinggal ngelahap sekuteng,,, duuhh Mak Nyess bener dech,,, cocoknya aku bilang ini bandrek campur, karena kacang ijo nya yang bikin puas, nggak kayak bandrek cuma modal aer doank. tanpa sadar abis seketika... trus aku datangin si Abang buat ngantar gelas;

" ini mas, berapa?"
"kenapa bang, bungkus?" kata dia, mungkin nggak denger, karena dipinggir jalan sich, dia kita aku nggak kuat ngabisin...
"nggak, ini berapa?" tanyaku lagi
"Hah... habis Mas? apa nggak salah , baru kali ini pembeli minum sekuteng abis langsung!" kata dia agak lebai, dengan mata sambil diusel-usel. jadi inget pilem2 horornya SUZANNA githu... mesen sate langsung habis seketika... jadi dikira gue Setan apa ya?

jadi ingat waktu malam2 abis keliling Kota Jambi, bareng pengurus DPC Kota Baru Pak Kamad, pak Budi, Ust. Nurung, dll, selesai atributisasi Partai Keluarga Saya, jam 12 malam kita rencana mau minum bandrek di Sipin, tapi karena aku ngeliat ada gerobak Sekuteng, akhirnya aku suruh STOP dan ngajak mereka minum Sekuteng aja, Kenyang dapat, Hanget dapet. mereka pada tanya Sekuteng apaan, hihi rupanya yang tau cuma aku berdua sama ada kader dari pulau jawa, akhirnya dia githu yg ngejelasin.

Bertiga sama Pak Kamad en Pak Budi duduk diteras bangunan baru (sekarang Toko Buku Mentari) minum sekuteng bareng. akhirnya aku juga yang duluan abis, yang lain pada bingung makannya gimana. "Cepat nian akh?" kata pak Budi rada Shock githu,,, lebay dech...

yah, Doyan ma rakus beda tipis sich,, hhihihi,,, jadi ingat pas rapat Opsezi tadi, 2 akhwat ngetawain aku gara2 bolak balik makanin Kripik Ubi, dikira aku nggak tau apa ya.. awas aja tuh orang bedua... dahhh ahhh Off dulu,,, mau nulis Cerpen buat FLP, kok malah I-netan, tar dimarahin lagi... cuma mau bilang,,, aku gak bisa marah sama dia... sementara sama yg lain selalu ngerasa gondok ma aku,, hiKs..,, what happen ayak naon ki?

Kamis, 02 Juli 2009

Kucing Angora Cs Kucing Kampung.


nih dia Makhluk satu, yang bikin aku akhirnya masuk WTC ke Hypermart. terus terang ini kali pertama masuk lagi ke WTC mau cari makan dia (tempat biasa dah habis), yang terakhir nggak tau kapan. karena kalo nggak penting2 amat males ke WTC... mungkin orang Jambi akan tertawa bila tau "hari gini" aku belum pernah sekalipun masuk ke JPM Trona ,,, huahahaha... again en again ,,, it's syubhat karena bakal ketemu daging2 berjalan (aurot, ghodul bashor gmn juga, tetep ajha nemun)... aku kalau belanja Alhamdulillah tempat2 alternative seperti Super Market Mahabatullah en Hidayatullah, pokoknya pusat busana muslim-lah aku memilih ketempat2 itu, atau ke Distro terdekat, apalagi FLP ku sayang jual baju kaos juga, bagus... dan Baju Jakoz hasil kreatifitas Bang Ian dan Mbak Dian.

sementara kalau perlengkapan kuliah, masih bisa ke MM Sipin or MM Abadi kalau memang menari bahan kebutuhan yang lain. dan MM Maroza kalau butuh bungkus Nasi or kotak nasi (bila ummi ada pesenan). walau Ummi tereak2 minta ke JPM, cuma bisa bilang "yang deket kan ada Mi?".

tadi (kamis siang), lagi shoum perut keroncong karena dari pagi Rabu cuma isi air minum, asli nggak makan sebutir nasi pun, pertama dari pagi karena masih teringat dia masuk bioskop, padahal aku dah larang (sekali lagi,,, Siapa Sich Lo??), ngelarang karena satu komunitas boss!!!. dan malamnya mencoba untuk makan, tapi entah mengapa motor tak belokkan ke Warnet, tak dinyana mampir ke Blog tetangga tersayang,,, UpPs,, (emang sayang dia dkk kok), langsung kenyang seketika. pilih masuk masjid, sholat sunnat bentar baru sadar kalau aku salah dan berlebihan, akhirnya tak telpon (males SMS, bahasa tulisan cenderung salah faham). minta maaf sekuat tenaga, tapi jujur awalnya karena cinta, tapi syetan malah mengotorinya.

dah lah,,, kembali ke Kucing... nyesel juga aku bawa jauh2 dari Jakarta, ngerepotin abis, untuk makan dia aja harus ngeluarin duit 90ribu rupiah trus mandiin 50ribu rupiah, trus ngerental motor 30ribu rupiah,,, busyeettt ni kucing ngalahin anak gue bakalan. bosen nanti tak jual ajha lah.. hihi...

bagi pembaca (orang Jambi) yang punya Kucing Angora, ketemua yuk, kita kawinin tar anaknya bagi dua ato bisnis jual kucing,,, meongg... atau kita bikin persilangan Kucing Angora Cs Kucing Kampung.

Ujian Aneh, keren atau apalah, gak tau!!!

fiuuhh,,, dapat juga liriknya... so nanti ujian semester mata kuliah CCU (Cross Cultural Understanding), aku bawain lagu Westlife "Queen of My Heart" saja lah en bawain lagu Shah Rukh Khan yang judulnya "Aakhen Kulli" ... aneh sich emang, IAIN kok gini,, belum tau aja nanti di Ujian Drama On Stage ada Team yang perform berpelukan (lawan jenis lho),,, hihihi,,, kyk Teletubies...

these are the lyrics;

So here we stand
In our secret place
Where the sound of the crowd
Is so far away
You take my hand
And it feels like home
We both understand
It's where we belong

So how do I say
Do I say goodbye
We both have our dreams
We both wanna fly
So let's take tonight
To carry us through
The lonely times

I'll always look back
As I walk away
This memory will last for eternity
And all of our tears
Will be lost in the rain
When I find my way back
To your arms again
But until that day
You know you are
The queen of my heart

So let's take tonight
And never let go
While dancing we'll kiss
Like there's no tomorrow
As the stars sparkle down
Like a diamond ring
I'll treasure this moment
Till we meet again

But no matter how far (no matter how far)
Or where you may be (where you may be)
I just close my eyes (just close my eyes)
And you're in my dreams
And there you will be
Until we meet

I'll always look back
As I walk away
This memory will last for eternity
And all off our tears
Will be lost in the rain
When I find my way back
To your arms again
But until that day
You know you are
The queen of my heart

I'll always look back
As I walk away
This memory will last for eternity
And all off our tears
Will be lost in the rain
When I find my way back
To your arms again
But until that day
You know you are
The queen of my heart

Oh yeah
You're the queen of my heart (queen of my heart)
No matter how many years it takes (queen of my heart)
i'm coming home to you
Oh yeah (queen of my heart)
Oh yes you are
The queen of my heart

"Aakhen Kulli"
By: Shah rukh Khan

--MALE--
Aankhen khuli ho ya ho band

Deedar unka hota hai

Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai
--CHORUS--
Tududu dudu dududu tu dudu dudu - 2
--MALE--
Hey, aankhen khuli ho ya ho band

Deedar unka hota hai

Aankhen khuli ho ya ho band

Deedar unka hota hai

Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai
--CHORUS--
Tududu dudu dududu tu dudu dudu - 2
--MALE--
Aankhen khuli ho ya ho band

Deedar unka hota hai

Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai
--CHORUS--
Tududu dudu dududu tu dudu dudu - 2
--MALE--
Aaj hi yaaron kisi pe marke dekhenge hum
--FEMALE--
Pyaar hota hai yeh kaise karke dekhenge hum
--MALE--
Kisi
ki yaadon mein khoye hue khwaabon ko humne sajaaliya
--FEMALE--
Kisi
ki baahon mein soye hue apna usse banaaliya
--MALE--
Ae yaar pyaar mein koi
--CHORUS--
Tududu dudu dududu tu dudu dudu
--MALE--
Ae yaar pyaar mein koi

Naa jaagta naa sota hai

Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai
--CHORUS--
Tududu dudu dududu tu dudu dudu - 2
--FEMALE--
Kya hai yeh jadoo hai koi bas jo chal jaata hai
--MALE--
Todke pehre hazaaron dil nikal jaata hai
--FEMALE--
Door kahin aasmaano par hote hai yeh saare faisle
 --MALE--
Kaun jaane koi humsafar kab kaise kaha mile

Jo naam dil pe ho likha
 --CHORUS--
Tududu dudu dududu tu dudu dudu
--MALE--
Jo naam dil pe ho likha

Ikraar si se hota hai

Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai
 --CHORUS--
Tududu dudu dududu tu dudu dudu - 2
--MALE--
Aankhen khuli ho ya ho band
Deedar unka hota hai

Aankhen khuli ho ya ho band

Deedar unka hota hai

Kaise kahoon main o yaara yeh pyaar kaise hota hai
--CHORUS--
Tududu dudu dududu tu dudu dudu - 6


Lagu ini akan aku nyanyiin bareng Shobariah,,, fiuuhh,,, gak tau dech dapat nilai berapa nanti... paling juga seperti di Drama On Stage, aku gak pernah dapat SENSE-nya... kita dapat lagu India, karena waktu itu di undian kita dapat bahasan tentang Culture of India dan segala aspectnya... untung aku dah hafal lama lagu ini,,, yeeaahh,,, mudah2an boleh dengan duduk. ni dosen satu dari Canada, so harus siap2 dia nyuruh sperti apa. Fight bae lah!!! sedang lagu barat, untuk penilaian pengucapan kata perkata dah lurus/pas atau belum. anak Sastra Inggris gitu nah... Caiyyoo!!

Rabu, 01 Juli 2009

Be Ready

Seperti kata temenku dulu si Dika, gue sudah di Black List akhwat, bahkan menjadi Common Enemy mereka. Wuizz,,, syereemmm,,,, tapi sebodo’ amat. Di tarbiyah kan bukan untuk mendapat ridho or simpati akhwat. Di Tarbiyah aku belajar kembali memahami dan meluruskan fikrohku yang sempet macet setamat aliyah dulu. Gara2 mendapat juara umum dan lulusan terbaik aku jadi sombong, apalagi saat lulus test Guru Honda. Agama hanya aku fikir sebatas ritualitas semua dan perbedaan madzhab, orang mau jungkir balik maksiat dibiarin aja. Yang penting Bi Nafsi-Bi Nafsi,,, fiuuhh,,, hebat mau masuk syurga sendiri, tapi ternyata dapat adzab.


Ngomongin tentang Black List or Common Enemy, sama sekali nggak masalah, aku lebih seneng ngeliatnya. Terserah mereka mau gossipin aku lagi. Aku fikir akhwat diluar bae yang latah ke Bioskop, tapi ternyata ada oknum tertentu juga yang latah. Aku cuman nggak redho ngeliat mereka masuk bioskop, pliss apapun alasannya tetap nggak masuk di akal. Aku ngelarang bukan karena ada udang dibalik sambel (garink!!!), tapi jaga donk tuh Iffah-mu ukh!!! Tafadhol, silakan berikan penilaian apa saja tentangku, terserah kalian yang penting klian senang. Aku siap.

Senin, 29 Juni 2009

Kamulah Jodohku ^_^



Yap,,, ini dia jodohku... dulu nggak pernah kepikiran bakal beli motor biar bekas juga. aku lebih milih Ngerental Motor satu hari 30ribu,,, trus 600ribu kalau nyewa satu bulan (megaPro). selama ini temen2ku nggak ada yang nyaranin... duit gaji habis ngga jelas entah kemana, nabung udah males semenjak duit 800ribu ilang bareng dompet2nya... en begonya lagi ATM disana plus nomor Pin nya,,, akhirnya LUDES semua... kasian Bidadariku.

ada yang nyaranin, biar kinerja Optimal kudu beli motor, ni orang sukses abis mencuci otakku. tapi emang bener juga apa katanya, mobilitasku begitu tinggi (halaahh)...
Ya Allah mudah2an Jodohku ini bisa membuatku lebih semangat mencari ma'isyah. biar bisa segera mewujudkan mimpi membangun keluarga sakinah mawaddah en penuh rahmah.

Aamiin... Aamiin... Aamiin...

Welcome to my life

Rama Shinta News: Persiapan Ujian Akhir Semester

Seharian nggak belajar, dosen pada izin entah ada urusan apa. Team Drama perkuliahan Drama On Stage – Rama Shinta – menggelar latihan dilapangan basket kampus. Nggak ada kata Jaim buat ana sastra, kita lepas meng-explore diri (ngomong apa sich gue).


Sebagai Annauncer en Narrator dalam ujian tanggal 4 juli 2009 nanti, tanpa malu aku beraksi, seakan-akan sedang tampil diatas panggung, semakin banyak mata memandang, aku makin pede. Rusti, Maftuha, Iba, Selvi, Shoba en Tya bekerja dengan baik, walau agak beberapa kali malah mainin untaku (baca:motor). Ni dia photo2 mereka dikala istirahat;


Shoba en Tya lagi nunggu gorengan, jadilah aku dan Iba terdzolimi, hari tu kita berdua lagi shoum, ngeliat gorengan hati rasanya tercabik-cabik,,, halaaah...


Iba (diatas motor), kakinya kena knalpot motor, rada cemas tadi motorku dipakek buat belajar,,, rusti en maftuha sedang adu argumen, belum pada hafal naskah...


Ini mereka teman satu kelompok mata kuliah Drama On Stage,,, aku sendiri cowoknya... dari SD sampe sekarang selalu jdi Jaka Tarub atau Penyamun disarang Perawan...


Siap-Siap!!!! 5....4....3....2....1.... Goooo........!!


Ngeeeengg... drennnn,,,, si Unta Merahku sudah mulai terjamah oleh tangan-tangan yang lain... hiihihi.... skrg giliranku minjemin motor ke temen klo mereka butuh... ^_^


Sekarang kita boleh santa Guys, ingat tinggal beberapa hari lagi kita akan Perform... Hope We Will get the Best... Aamiin...

Minggu, 28 Juni 2009

Rihlah

Asem dah, Biasanya gue yang tukang nyemprot, eh sekarang malah kena semprot. Qiyadah ngamuk karena para jundinya yang lain nggak ngerjain tugas, hihi... Alhamdulillah gue ngerjain sesuai perintah. Tapi bukannya dapat Reward ehh malah dapat repet,,, kupret dah... yah mau gimana lagi, gue ngerasa kalo kerjaan udah beres yang tenang2 ajha, petakilan seperti biasa, karena kalau kebawa suasana bisa aja syetan masuk. AURA NEGATIVE jangan bagi-bagi woi!!

Mungkin banyak saksi mata gimana kalau gue lagi disebuah rapat, gue sendiri yang suka cheersful, senyum2 ngeliat mas’ul jengkel, nah ketika mandeg gue baru bicara, Insya Allah disitu ada ide baru, karena kalau dibawa marah pasti ada darah yang tersumbat dibagiat otak, nah pikiran jadi cetek, cara terbaik ya cuma MARAH!!!

Ifadah, saudariku yang paling hati2 kalau ngirim SMS, selalu di awali “Afwan Jiddan” pasti tau gimana kalau gue disebuah rapat, paling nggak suka ngeliat suasana tegang, karena takut terbawa, nah kalau mau marah gue Cuma mau melalui SMS, ikhwah pasti sudah pada hapal tipikal aku. Karena bahasa tulisan tergantung suasana hati pembacanya ketika membaca, walau isi SMS gue itu kemarahan, tapi ketika yang baca hatinya lagi damai, Insya Allah nggak ngerusak ukhuwah yang ada, apalagi ketika yang baca tau kesalahannya. Satu, gue marah nggak pernah makek kata2 Makian atau mendeskriditkan. Insya Allah... tapi kalau bahasa verbal langsung dan dengan intonasi yang nggak enak, wah bisa-bisa.... Na’udzubillah dech... so hati-hati... penuhkan hati dengan CINTA, niscaya hatimu kan damai.... hualahh,,, bacot gue aja yang gede ,,, blepaaakk... I Love this Wajihah dan semua yang ada didalamnya, walaupun terus di Su'udzhon kan...

Selasa, 23 Juni 2009

Gendut Nian !!!

Malik kok makin gendut ya? Gini lah kata salah satu temen sekelas ku. Yup berat badanku naik 7 kilo, ini gara-gara aku makan nggak teratur olah raga jarang. Dulu pernah 72 kilo setelah aku rutin Riyadhoh turun jadi 68 kilo, tapi setelah sepatu kesayangan rusak (mahal cuy, trus bagus lagii) karena udah hampir 2 tahun sich.


Sudah pasti aku jadi bulet banget, tinggi 161 Cm berat 75 Kg, Wow. Tapi kalau tentang kegendutan, temen2 tim tari ku waktu SMP yang sampai sekarang ada beberapa orang sering mampir kerumah (walau terkadang kebanyakan kecewa, karena nggak tinggal dirumah lagi) selalu bilang, Ughh Malik kalau kurus nggak seksi,,, gyahahaha,,, itu dulu sekarang aku nggak denger2 lagi kalimat kayak githu…


Sekarang nunggu request dari bidadariku ajha, maunya aku gemuk en sehat gini atau kurus,,, wahh bisa-bisa kata ummi ntar aku nggak dikasih makan kalo kurus… dahh ahhh ,,, kalau mau jadi temenku terima apa adanya aku, jangan banyak minta, kalo banyak minta sama yang lain…$_$

Rabu, 17 Juni 2009

Mumeett...


Sore tadi mumet abis, salah satu dari 2 Akhwat tersisa (yang satu lagi kemana ya :P) temen satu tim ku dalam Perkuliahan Drama On Stage ngajak latihan Drama jam 3 sore, nanggung amat karena 20 menitan lagi waktunya Ashar… akhinya dengan setia aku menanti kedatangan mereka. Namun apa yang terjadi?? Sampe ba’da Ashar merekapun tak kunjung hadir, akhinya kutelepon si Akhwat en dia jawab dengan enteng “Afwan akh, ane masih dirumah ni baru mau pergi, tunggu be anak2 disana”…


Mereka sudah memakan waktuku yang ingin kugunakan untuk yang lain. Rapat di LAZ (Lembaga Amil Zakat) Opsezi tidak aku hadiri, padahal itu checking akhir. Temen2ku dah dzolim nich, nggak sopan orang tua dikerjain.


Jam 4 semua baru datang, tapi apa yang terjadi, mereka malah sibuk make-up, akhirnya aku hanya bisa termenung aja menahan rasa jengkel, aku nggak bisa marah sama mereka, karena ini Drama, aku takut Chemistry diantara kami ilang. Asli hari ini aku nggak dapat apa2, selain tugas disuruh ngedit photo untuk poster, padahal kalau tau Cuma kerjaan seperti itu aja nggak perlu aku menghadiri undangan si akhwat dudul ini.


Suer lah, dalam perkuliahan ini idealisme bener2 aku tekan abis, mau photo bareng cewek, pakai levis, pakai Topi ala rapper, dan photopun harus bergaya anak Rapper, kalau nggak githu nggak dapat nilai. Sampe2 waktu pertama kali nolak, aku malah dibilang terlalu kolot. Pengen ketawa dech, kolot yang gimana guys. Ya sudah lah, yang penting dapat nilai ini selesai. Tinggal 4 semester lagi, hiKs… 

Sabtu, 13 Juni 2009

Musibah II

Sudah 2 hari ini jama’ah masjid yang belum tau pada bingung kenapa gue sholat kok lain dari yang lain. Ketika orang ruku’ maupun sujud gue tetep ajha berdiri,,, hihi.. Aliran mana pula’ ini? Tenang om ini bukan aliran. Kaki ane lagi sakit, lututnya cobek, abis jatuh dari motor, jadi sholatnya nggak bisa normal, hiKs...

Ceritanya malem itu abis chatting sama temen, trus karena kelaperan lalu ngeceng keluar buat makan Pecel Lele, nah pulang dari sana itu sekitar jam setengah 2 malem. Jadi, karena takut pagar kampus ditutup karena ada acara PWN, aku ngebut sejadi-jadinya, tapi dibelakang ada mobil L300 nggak kalah ngebut, dia motong trus ni mulut langsung bilang “Sett dah monyong” , pas ngangkat kepala sudah ditepi badan jalan. GUBRAAAGHH,,,, jadilah gue nyungsep kepinggir jalan.

Alhamdulillah masih bisa selamat, walau motor lumayan parah,,, hiKss,,, sobek dah kantong buat benerin. Tapi sudahlah Gpp, anggap ajha Allah lagi menawarkan jual beli sama aku. Kurang sedekah kali atau gimana. Dengan motor yang hancur KAP-nya, kaca Spion yang patah aku teruskan jalan ke kampus sambil mikir plus meringis, dosa apa gue hari ini.

Jumat, 12 Juni 2009

Kesel

Malam ini bener2 bikin sumpek. Ngerjain sesuatu yang amat penting malah nggak beres. Marah! Akhirnya marah ma diri sendiri. Tau sendiri aku nggak bisa melihat hal seperti ini.



Kamar jadi acak2an, cari kertas2 bekas buat test print. Ceritanya lagi berusaha nolongin temen, karena tinta print aku abis, ya nyuruh dia beli sendiri tintanya. Tapi buah jatuh tak jauh dari pohonnya, itu printer ketika masuk tinta yang buka biasa masuk ke “perutnya” malah jadi sensitive kayak tuannya. Walhasil kacau semua kerjaanku. KESAL nian lah.



Mana malem ni sebnernya pengen nonton film Life Is Beautiful, buat cari ide tambahan untuk skripsi ku. Ehh yang punya Laptop minta, karena mau ngerjain tugas, padahal dari minjem kemarin hari rabu, sampe malam ini jangankan dipakek, dikeluarin dari tasnya ajha belum. Terpaksa minjem karena komputerku tak ada DVD-Room nya. Yang punya pun jadi sebel



“Lain kali klo ngambil langsung dipakai…. Melas teunan gak sido nganggo trus”



Hihihi,,, wajar juga dia ngomong githu, sudah dua kali minjem, tapi sama2 nggak jadi dipakai. Akhirnya terpaksa dech malam ini kerumahnya buat balikin Laptop, diatas motor sampil ngedongkol sendiri karena kerjaanku GAK BERES. KESAL nian lah!
No Copyright@

Hak Cipta Dilindungi Allah SWT, Bila Ada Salah Kata Mohon Dimaafkan. Lagi Belajar sich ^_^
Diterima Cacian, Makian, Saran dan Kritik
Email: abu.aifah1@gmail.com
CP/Whatsapp :
0821-7816-9560

KPR Non Ribawi Jambi

 

.:: Inspirasi Bang Malik ::. Published @ 2014 by Bang Malik

Blogger Templates